Yopie Angwarmase Bidik  Lisensi Wasit WKF
Yopie Angwarmase saat foto bersama salah satu Anggota Dewan Wasit Asian Karate Federation ( AKF) Asal Cina pada saat pengumuman kelulusan menjadi Wasit A Kumite di Manila, tahun lalu. --istimewa.
FaizalLestaluhu
04 Jun 2025 09:00 WIT

Yopie Angwarmase Bidik  Lisensi Wasit WKF

AMBON,AT-Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Maluku kini sudah memiliki wasit berlisensi internasional. Itu setelah, Ketua Harian Forki Maluku, Yopie Angwarmase lulus pada ujian perwasitan karate yang digelar Asian Karate-Do Federation (AKF) di Manila, Filipina, tahun lalu. 

Angwarmase merupakan satu dari 14 wasit dari Indonesia yang dikirim mengikuti ujian tersebut. Tujuh wasit lainnya dari Jakarta dan beberapa kota di Indonesia.

Kini, setelah mendapatkan lisensi wasit A AKF, Angwarmase memliki keinginan untuk mengambil lisensi wasit tertinggi di cabor karete, WKF (Word Karate-Do Federation). 

"Puji Tuhan, saya sudah memiliki lisensi wasit A AKF. Saya juga  mempunyai mimpi untuk mendapatkan lisensi wasit WKF,” ungkap Angwarmase kepada media ini di Ambon, Selasa (3/6). 

Angwarmase mengaku, untuk mendapatkan lisensi tersebut (WKF) tidaklah mudah, sebab syaratnya sudah pernah memimpin event karate international di dua benua yang berbeda. Kemudian, ada beberapa tahapan jika ingin  memiliki lisensi wasit WKF, yakni harus mengikuti ujian juri B WKF kemudian juri A WKF selanjutnya ujian wasit B WKF dan terkahir mengikuti  ujian wasit A WKF. Jadi prosesnya sangat panjang. 

"Syaratnya lainnya adalah , wasit tersebut sudah pernah pimpin pertandingan karate di dua benua, selain itu juga harus ada rekomendasi dasi dari PB Forki, " jelasnya. 

Kata dia, jika syarat itu telah dipenuhi, maka yang tidak kalah penting adalah wasit tersebut  telah membayar biaya pendaftaran hingga proses ujian. 

"Semua akan mudah jika anggarannya memadai, " ungkapnya. 

Angwarmase pun berceritra, saat mengikuti ujian di Manila, ia harus melakukan ujian teori secara online dan prosesnya sangat ketat. 

"Waktu itu, ada 104 wasit di seluruh Indonesia yang mengikuti ujian itu dan hasilnya ada 15 orang yang dinyatakan lulus, termasuk saya, " terang dia. 

Setelah lulus di Indonesia, ia melanjutkan ujian lagi berupa tes kesehatan, fisik hingga ujian praktik.

"Proses itu saya lakoni di Manila selama sepekan dan berhasil lulus hingga menggantongi Lisensi wasit A AKF, " jelasnya.

Menurut Angwarmase, selama proses itu juga, ia harus rela mengeluarkan biaya dari kantong pribadi. 

"Untuk mendapatkan lisensi A AKF, saya harus mengeluarkan anggaran pribadi. Meski begitu, saya mengapresiasi PB Forki yang memberi dukungan  keikutsertaannya pada pelatihan wasit internasional ini. Semoga capaian ini bisa mendorong prestasi olahraga khususnya di cabang olahraga karate, " tutur Angwarmase. 

 Menurut dia, memiliki wasit berlisensi internasional atau Asia menjadi kebanggaan tersendiri bagi insan olahraga di Maluku. 

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain dalam mendorong kualifikasi wasit karate dalam mendukung prestasi olahraga di Bumi Seribu Pulau,” katanya.

Dikatakan, cabag olahraga karate menjadi salah satu cabor unggulan Maluku di berbagai event nasional dan internasional. 

’’Ujian di Manila itu untuk meningkatkan kualifikasi dalam memimpin pertandingan, baik di nasional maupun internasional," ulasnya. 

Dengan mengantongi lisensi A AKF, Angwarmase kini menjadi wasit yang memiliki lisensi tertinggi di Maluku.

"Doakan saja, semoga rencana untuk mengambil lisensi wasit WKF itu bisa terwujud. Jadi tunggu saja," kunci Ketua Harian Pengprov Forki Maluku ini.(CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai