MASOHI, AT. – Sebanyak 34 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Sepa, wisuda Tahfidz Al-Quran angkatan pertama.
Kegiatan yang dipusatkan pada halaman sekolah itu dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Maluku, yang diwakili Kepala Seksi SMA, SMK dan Pendidikan Khusus, Buri Dasahruddyn, Anggota DPRD Malteng, Mustakim Tihurua, Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Amahai, guru serta orang tua wakil siswa-siswi. Sabtu (6/9).
34 siswa yang diwisudakan terdiri dari 9 laki-laki dan 25 perempuan, merupakan wisudawan tahfidz angkatan pertama SMA Muhammadiyah Sepa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Maluku, yang diwakili Kepala Seksi SMA, SMK dan Pendidikan Khusus, Buri Dasahruddyn, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para santri penghafal Al-Qur’an yang telah menyelesaikan hafalan mereka, serta kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mendidik, membimbing, dan membina generasi Qur’ani ini.
"Saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat yang sebesar-besarnya kepada para orang tua dan wali murid," kata Buri.
Menurutnya, keberhasilan anak-anak tidak lepas dari kesabaran, ketelatenan, dan doa yang tiada henti dari ayah dan ibu semua. Dalam pendidikan anak, rumah adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah guru utama.
"Maka, hari ini adalah juga hari kemenangan dan kebanggaan bagi para orang tua. Semoga pahala dan keberkahan terus mengalir kepada Bapak dan Ibu sekalian atas jerih payah yang telah ditanamkan selama ini," imbuhnya.
Dikatakan Buri, wisuda tahfidz ini bukanlah sekedar seremoni, momentum itu adalah simbol keberhasilan pendidikan karakter, simbol keikhlasan dalam menanam nilai-nilai akhlak, serta bukti nyata bahwa SMA Muhamadiyah Sepa, telah menjalankan perannya secara konsisten dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an.
Kepala SMA Muhammadiyah Sepa, Irwan Latue, juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para siswa.
“Hari ini menjadi tonggak sejarah bagi sekolah kami. Wisuda tahfidz ini bukan hanya tentang hafalan ayat demi ayat, tetapi tentang pembentukan karakter Qur’ani. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa dengan kesungguhan, mereka mampu menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” ungkap Irwan.
Irwan menambahkan, keberhasilan ini juga merupakan buah kerja sama yang erat antara sekolah, guru, dan orang tua. “Kami berharap para hafidz dan hafidzah tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus menjaga hafalan mereka, mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Panitia Wisuda Tahfidz, Sniwati Tihurua mengatakan ditengah tantangan zaman yang penuh dengan arus informasi dan budaya global yang kadang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama, kehadiran para penghafal Al-Qur’an menjadi cahaya harapan.
"Anak-anak kita yang hari ini diwisuda, adalah bagian dari aset peradaban Islam dan bangsa, yang insya Allah akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang bijak, sabar, dan bertanggung jawab," pungkas Tihurua.
Tihurua mengatakan keberhasilan hari ini patut memberikan apresiasi kepada SMA Muhammadiyah Sepa, terutama kepada seluruh pengajar yang tidak hanya memberikan pendidikan umum yang berkualitas, tetapi juga memadukannya dengan pendidikan agama yang kuat dan mendalam.
"Inilah model pendidikan ideal yang kita harapkan terus tumbuh dan berkembang di Bumi Pamahanunusa," ujarnya.
Tihurua berpesan bahwa hafalan Al-Qur’an yang miliki adalah anugerah luar biasa. Namun, lebih dari itu, juga dituntut untuk menjaga akhlak, menghormati guru, mencintai orang tua, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
"Mari terus bersinergi dalam membangun Maluku Tengah yang berdaya saing, sejahtera, rukun dan damai," harapnya. (AJ).
Dapatkan sekarang