Wattimena Tegas: Kandidat Sekkot Ambon yang Gunakan Timsus Akan Didiskualifikasi
AdminRedaksi
21 Apr 2026 08:32 WIT

Wattimena Tegas: Kandidat Sekkot Ambon yang Gunakan Timsus Akan Didiskualifikasi

 

Ambon,AT — Proses seleksi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon terus bergulir. Hingga penutupan pendaftaran pada 17 April 2026, tercatat empat kandidat resmi bersaing memperebutkan jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut.

Keempat kandidat itu masing-masing adalah Robert Sapulette (Penjabat Sekkot Ambon), Apries Benel Gasperz (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon), Richard Luhukay (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon), serta Steven Dominggus (Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kota Ambon).

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan komitmennya menjaga integritas proses seleksi. Ia memperingatkan para kandidat agar tidak menggunakan tim sukses (timsus) dalam tahapan seleksi.

“Tidak boleh ada pembentukan tim sukses. Kalau ada yang kedapatan membentuk tim sukses, langsung didiskualifikasi,” tegas Wattimena kepada wartawan di Balai Kota, Senin (20/4).

Menurutnya, jabatan Sekkot merupakan puncak karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan jabatan politik yang membutuhkan strategi pemenangan.

“Sekkot ini jabatan karier ASN, jadi tidak perlu tim sukses. Ini bukan jabatan politik,” ujarnya.

Wattimena menjelaskan, penegasan tersebut penting untuk menjaga netralitas ASN serta memastikan proses seleksi berjalan profesional dan objektif. Ia juga menyoroti munculnya tren dukung-mendukung hingga aksi saling serang di media sosial yang melibatkan kandidat.

“Kalau hal seperti ini terus terjadi, maka berpotensi merusak proses seleksi yang seharusnya berjalan profesional dan objektif,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para calon agar tidak menyebarkan fitnah maupun mengangkat isu lama untuk menjatuhkan pesaing. Ia menegaskan, hanya satu kandidat yang akan terpilih melalui mekanisme resmi yang berlaku.

Wattimena juga mengimbau seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Ambon agar tetap fokus pada kinerja dan pelayanan publik, bukan terlibat dalam arus dukung-mendukung.

“Siapapun yang terpilih nanti adalah pimpinan bagi seluruh ASN. Oleh karena itu, marwah proses ini harus kita jaga bersama,” tandasnya.(***)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai