NAMROLE,AT-Warga Desa Waepadan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat berjenis laki- laki tanpa busana terindentfikasi bernama La Aida.
Ia ditemukan sudah meninggal dunia, Rabu ( 19/10). Saat ditemukan, ada pakaian korban tak jauh dari jasadnya. Diduga korban saat itu sedang mandi karena ditemukan juga alat mandi.
Aparat kepolisian Polsek Kepala Madan telah memeriksa sejumlah saksi terkait penemuan mayat tersebut. Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, Kamis (20/10), pada Selasa, 18 Oktober 2022 sekira pukul 03.00 WIT , pelapor La Dao Kolesusu dan Arianto Buton berangkat ke Wae Lime untuk mengisi kelapa ke dalam karung untuk dijual.
Mereka menggunakan Ketinting 07 PK milik La Dao Wance. Tiba di Wae Lime sekira pukul 04.00 WIT, La Dao Wance dan Arianto Buton langsung memancing ikan. Pada pukul 18.30 WIT,mereka berjalan kaki kebun kelapa milik La Dao.
Saat berjalan menuju tempat asaran kelapa/ kopra, Arianto Buton melihat sesosok mayat. Mereka langsung pulang ke Desa Waepandan dan melaporkan hal tersebut kepada petugas Bhabinkamtibmas.
Aparat kepolisian Polsek Kepala Madan langsung bergerak dan mengevakuasi korban. Korban diserahkan ke keluarga dan dimakamkan saat itu juga.
Kapolres Buru Selatan, AKBP Agung Gumilar kepada wartawan membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. " Memang benar ada penemuan sesosok mayat laki-laki di Desa Waepandan. Kondisi mayatnya sudah mulai membusuk," akuinya.
Perwira dengan dua melati dipundak itu mengatakan, jenazah korban sudah dievakuasi. Aparat kepolisian juga telah menawarkan agar jenazah dibawa ke rumah sakit untuk otopsi, tetapi pihak keluarga menolak. “Saat mau dibawa ke rumah sakit, pihak keluarga menolak sehingga dibuatlah berita acara penolakan,” jelasnya.
Hal ini mempersulit pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab korban meninggal dunia. Dikatakannya, sebelum ditemukan sudah meningal, korban bersama salah seorang saudaranya ke kebun.
Berdasarkan keterangan saudaranya, saat pulang korban tetap di kebun dengan alasan mencari gaharu. “Polsek Kepala Madan saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jenazah tersebut ," tutup Gumilar. ( ESI)
Dapatkan sekarang