NAMROLE,AT-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan Hakim Tuankotta akhirnya merespon dengan baik keluhan masyarakat terkait rute kapal penumpang KM Pangrango dan KM Leuser yang seringkali bersamaan saat melakukan pelayaran baik dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju Pelabuhan Namrole Kabupaten Buru Selatan maupun sebaliknya..
Menurutnya, untuk rute pelayaran kedua kapal tersebut tidak bisa dirubah. Sebab, harus dikoordinasikan dengan pihak Pelni Pusat.
"Saya kira, (rute kapal) kita tidak bisa merubahnya begitu saja. Itu harus di koordinasikan ke PT Pelni Pusat serta Kementrian Perhubungan di Jakarta,” ujar Tuankotta saat dikonfirmasi media ini di Namrole, kemarin.
Mantan Kadis Pertanian ini melanjutkan, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT Pelni Pusat sangat penting dilakukan karena dua kapal milik pemerintah itu, bukan hanya melayani masyarakat Buru Selatan, tetapi ada juga wilayah lain di Maluku dan beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu, rute yang dilalui dua kapal tersebut dikeluarkan oleh pemerintah pusat lewat PT Pelni.
“Kita tidak bisa serta merta merubah jadwal dua kapal itu. Karena rutenya dikeluarkan dari pusat. Olehnya itu untuk merubahnya harus dikoordinasikan dengan pusat ,” terang Tuankotta.
Kendati begitu, Tuankotta menyampaikan terimakasih atas informasi sekaligus keluhan serta masukan yang disampaikan masyarakat Buru Selatan terkait dengan rute pelayaran dua kapal milik PT Pelni tersebut.
"Informasi serta masukan ini akan menjadi referensi dan akan disampaikan saat rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku,” janjinya.
Selain melakukan koordinasi dengan pihak Pelni, terkait dua kapal itu, Tuankotta mengaku akan membangun koordinasi juga terkait upaya agar KM Sirimau bisa menyinggahi pelabuhan Namrole Kabupaten Buru Selatan.
"Karna KM Sirimau sudah melakukan uji coba saat bersandar di Pelabuhan Namrole, kita akan upayakan agar kapal itu bisa menyinggahi Pelabuhan Namrole di tahun in,” harapnya.
Sebelumnya, salah satu elemen pemuda Kabupaten Buru Selatan, Ridwan Tasane meminta Pemkab Buru Selatan melalui Dishub agar berkoordinasi dengan PT Pelni dan kemenhub terkait pelayaran KM Pangrango dan KM Leuser yang sering bersamaan saat melayani masyarakat baik dari Ambon ke Namrole maupun sebaliknya dari Namrole ke Ambon.(Edy)
Dapatkan sekarang