Dua Balita di Bursel Meninggal Dunia, Diduga Terserang Diare
Ilustrasi
FaizalLestaluhu
26 Nov 2025 10:00 WIT

Dua Balita di Bursel Meninggal Dunia, Diduga Terserang Diare

Kapus Waekatin : Saya Belum Dapat Informasi

NAMROLE,AT-Kondisi  masyarakat Desa Batu Karang, Kecamatan Fena Fafafan, Kabupaten Buru Selatan saat ini sangat membutuhkan perhatian dari pihak Dinas Kesehatan. Pasalnya, dua balita di desa tersebut dilaporkan meninggal dunia. Kuat dugaan mereka terserang diare atau muntaber. 

Informasi yang diperoleh media ini dari warga desa, balita yang kedua meninggal dunia pada Minggu (23/11) kemarin dan langsung dimakamkan pihak keluarga.

Balita yang dilaporkan meninggal dunia, setelah dua minggu terakhir ini menderita demam, flu dan juga batuk dan juga munta. Selain balita, sebagian besar masyarakat di desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Buru ini juga mengalami kondisi yang sama.

Kondisi ini sudah dilaporkan masyarakat kepada tenaga kesehatan di Puskemas Waekatin yang selama ini menjadi wilayah pelayanan kesehatan kepada mayarakat di desa Batu Karang. Sayang, hingga  Senin (24/11) belum ada satupun Nakes yang turun ke desa Batu Karang untuk melakukan pelayanan kesehatan.

"Sampai saat ini sudah dua orang balita yang meninggal dunia," ujar sumber ini kepada media ini, kemarin semalam.

Sumber ini mengaku, masyarakat desa Batu Karang sudah membangun komunikasi dengan tenaga kesehatan di Puskemas Waekatin. Hanya saja tidak ada Nakes yang turun untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada mayarakat yang ada di desa tersebut.

" Kita sudah sampaikan informasi kepada  Nakes dan telah di sampaikan ke Kepala Puskemas, namun hingga sekarang belum di tindaklanjuti," keluhnya.

Sumber ini mengaku, masyarakat Batu Karang  merupakan bagian dari Kecamatan Fena Fana dan sampai kapanpun tetap menjadi bagian dari kecamatan tersebut.

"Parahnya, tenaga kesehatan turun melakukan Posyandu di Desa Unet, Waelo, Mangeswaen, Trukat, Waeraman dan desa- desa lain, sementara  desa Batu Karang tidak pernah tersentuh," keluhya.

Masalah akses jalan, kata dia, tidak bisa menjadi alasan untuk Nakes tidak sampai ke desa Batu Karang.

"Kenapa saat mantan kapus lama, Nakes bisa sampai ke Batu Karang untuk membantu ibu hamil melahirkan. Nakes adalah bagian terdepan dari pelayanan kesehatan. Apapun yang terjadi pelayanan kepada kesehatan kepada masyarakat harus dilakukan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Waekatin, Winke Lesnusa yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan  informasi terkait dengan kasus yang terjadi di Desa Batu Karang.

"Saya sampai sekarang belum mendapatkan informasi itu. Kalau ada laporan yang disampaikan, tolong informasikan Nakes siapa yang menerima laporan itu," katanya menantang.

Lesnussa mengaku, akses sarana tranportasi, terutama jalan menjadi tantangan berat bagi Nakes untuk melakukan pelayanan kesehatan di desa Batu Karang.

"Dua kali kita punya Nakes mau ke desa Batu Karang. Namun karena kondisi jalan, sehingga tidak sampai ke desa tersebut," ujarnya.

Kendati begitu, Lesnussa berjanji dalam waktu dekat akan memgambil langkah untuk segera menurunkan tim Nakes ke.desa Batu Karang menyikapi kondisi kesehatan masyarakat yang ada di desa tersebut.

"Saya kebetulan ada di Namrole. Secepatnya saya akan kembali untuk selanjutnya turun ke desa  Baru Karang untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desa tersebut," janjinya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai