AMBON, AT. – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Barge Mounted Power Plant (BMPP) PLTMG 30 MW Ambon Peaker di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Kehadiran Wapres RI itu didampingi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Selasa (14/10).
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran dan Gubernur Hendrik, serta Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menerima paparan dari General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, terkait kondisi sistem kelistrikan di Pulau Ambon serta upaya perluasan jangkauan energi di Maluku.
BMPP Nusantara 1 merupakan pembangkit listrik terapung terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan kapasitas 60 megawatt (MW). Sejak beroperasi pada April 2022, pembangkit ini menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi Ambon dan wilayah sekitarnya.
Gibran Tekankan Listrik 24 Jam di Desa
Menanggapi paparan PLN, Wapres Gibran menekankan pentingnya pemerataan akses listrik di wilayah pedesaan Maluku. Ia menyoroti masih adanya desa yang hanya memperoleh suplai listrik selama 6 hingga 12 jam per hari.
“Listrik masih menyala 12 jam di banyak desa? Itu harus diubah. Kita ingin semua masyarakat Maluku hidup dengan akses energi yang merata, 24 jam penuh,” tegas Gibran.
Gubernur Hendrik Lewerissa turut mempertanyakan progres program Listrik Desa, mengingat masih ada masyarakat yang belum menikmati listrik secara penuh.
PLN: Peningkatan Bertahap dan Dukungan Infrastruktur
GM PLN Maluku-Malut, Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa peningkatan jam operasional listrik dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi sosial dan infrastruktur masyarakat setempat.
“Banyak desa dihuni petani dan nelayan yang lebih banyak menggunakan listrik pada malam hari. Namun dengan meningkatnya aktivitas siang hari, kebutuhan energi bertambah. PLN akan meningkatkan operasi dari 6 ke 12 jam, lalu menuju 24 jam,” jelasnya.
Ia menambahkan, PLN juga tengah mengoptimalkan peralatan pembangkit, memperbaiki mesin lama, serta menyiapkan implementasi energi baru terbarukan seperti tenaga surya.
“Kami optimalkan peralatan yang ada agar semakin banyak masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam, sesuai arahan Bapak Wapres,” tambah Soeratmoko.
PLN turut menyoroti hambatan infrastruktur, terutama akses jalan menuju desa-desa terpencil yang mempersulit mobilisasi jaringan listrik.
Pemprov dan Pemkab Siap Bersinergi
Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur penunjang listrik.
“Pemerintah daerah siap membantu dan bersinergi agar akses jalan dan jaringan listrik bisa segera menjangkau seluruh desa. Energi yang merata adalah fondasi pembangunan Maluku ke depan,” ujarnya.
Kunjungan kerja Wapres Gibran bersama Gubernur Hendrik dan Bupati Zulkarnain menjadi simbol komitmen kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan listrik yang adil dan merata bagi masyarakat Maluku. (*/Jen).
Dapatkan sekarang