AMBON,AT-Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena berama Kepala Perum Bulog Divre Maluku, Saldi Aldryn meninjau pasokan beras impor sebanyak 4.750 ton dari Negera Vietnam.
Kapolsek Pelabusan Yos Soudarso Ambon, Julkisno Kaisupy, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku Beacukai, Djaka Kusmartata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sirjhon Slarmanath, SH.MH, juga dilibatkan dalam peninjauan yang berlangsung di Pelabuhan Yosudarso Ambon, Kamis (3/8).
Kepada awak media, Saldi Aldryn menjelaskan, sebanyak 4.750 ton beras impor dari Negara Vietnam itu merupakan beras berkualitas premium.
"Beras tersebut akan dijual dengan harga Rp 8.900 per kilogram, " ungkapnya.
Dia mengaku, beras tersebut akan didistribusikan khusus untuk Kota Ambon dalam rangka menjaga terjadinya inflasi.
“Beras ini akan ditampung atau disimpan di Gudang Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara di Halong Atas, Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Kalau distribusinya hanya difokuskan untuk Kota Ambon, “ kata Saldi.
Saldi membeberkan, saat ini rata – rata beras yang telah didistribusikan Bulog di Kota Ambon sudah mencapai 1000 ton lebih dengan rincian 1.200 ton per hari.
"Selain beras inpor dari Negara Vietnam, sebanyak 3.500 ton beras medium juga telah dipasok dari Negara Thailand beberapa bulan lalu, " jelasnya.
Untuk Maluku, kata Saldi, bisa mengkonsumsi beras 3.500 ton yang sebelumnya diimpor dari Negara Thailand.
"Selain beras, komoditas lain yang disediakan Bulog saat ini adalah minyak goreng dan gula pasir," ucapnya.
Menurutnya, ribuan ton beras dari Vietnam itu akan disalurkan oleh Bulog di Kota Ambon apabila telah mendapat izin dari bea cukai untuk dibuka dalam sepuluh hari kedepan.
"Kalau sudah ada izin, maka beras ini bisa dibuka terhitung sejak beras tiba di pelabuhan Yosudarso Ambon hari ini, " ungkapnya.
Dia mengaku, sebanyak 4.750 ton beras tersebut hanya bisa bertahan selama dua sampai tiga bulan kedepan. Olehnya itu, Perum Bulog Maluku dan Malulu Utara sudah melakukan permintaan beras sebanyak 5.000 ton untuk bulan – bulan selanjutnya dan akan didistribusikan pada bulan September 2023 mendatang.
“Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara menjamin stok beras akan siaga sampai akhir Desember 2023. Nanti diawal Februari 2024 stok akan diperkuat untuk menjaga kelangkaan yang berdampak pada inflasi, “ tutup Saldi.
Sementara itu, Bodewin Wattimena menyampaikan terima kasih kepada Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara atas kolaborasi berbagai pihak terkait sehingga impor beras yang akan dipasok di Kota Ambon dapat berjalan dengan aman dan lancar.
"Tentu sangat berdampak untuk mengendalikan inflasi di Kota Ambon. Kenaikan harga beras penyebabnya adalah masalah transportasi cukai dan salah satunya adalah beras," kata Wattimena.
Orang nomor satu di Pemkot Ambon ini berharap, Perum Bulog dapat membantu pemerintah Kota Ambon untuk melakukan operasi pasar dengan penjualan beras dibawa harga pasar.
“Ini kerja yang luar biasa. Kalau kolaborasi ini terus dilakukan, maka inflasi dapat diatasi dengan baik di Kota Ambon, “ tutur Wattimena.
Dia mengaku, untuk menimalisir terjadinya penimbunan beras merupakan tugas berat bagi Pemerintah Kota Ambon dan pihak terkait, karena sekuat apapun Bulog melakukan langkah–langkah mengimpor beras masuk ke Kota Ambon, tetapi kalau ada pelaku–pelaku yang berupaya menimbun beras dapat memberikan dampak terhadap kelangkaan beras di pasar dan harga akan terus naik.
“Makanya, untuk memutus mata rantai penimbunan beras, maka Pemerintah Kota Ambon bersama satgas ketahanan pangan akan melakuka sidak diberbagai tempat penjualan beras,“ tegasnya menutup pembicaraan. (AKS)
Dapatkan sekarang