AMBON, AT.- Persidangan jemaat klasis merupakan nilai-nilai strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sidang ini akan menjadi wahana evaluasi, koordinasi, dan kontroling dalam menentukan rencana dan program pelayanan yang terus dijunjung tinggi untuk meningkatkan kualitas keimanan umat dan masyarakat.
Hal ini disampaikan Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat menyampaikan sambutannya di persidangan klasis ke-11 jemaat GPM Pulau Ambon Timur yang berlangsung di gereja Negeri Naku, Kecamatan Leitumur Selatan, Kota Ambon, Minggu (12/3).
" Setiap momen persidangan jemaat klasis merupakan nilai-nilai strategis maupun pengembangan sumber daya manusia, " kata Penjabat Walikota Ambon.
Wattimena menjelaskan, di era globalisasi dan kemajuan zaman saat ini diperlukan unsur agama yang berfungsi sebagai filter dalam menghadapi berbagai hal penting demi kemajuan daerah. Oleh sebab itu, sebagai mitra Pemerintah, jemaat klasis Pulau Ambon Timur untuk mengenang berbagai spritual yang semakin kuat dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan tingkat kerukunan umat beragama.
Menurutnya, untuk memobilisasi masyarakat Kota Ambon dan provinsi Maluku yang sudah terbangun serta menjadi bagian dari kehidupan masa lalu agar senantiasa terpelihara sehingga roda pembangunan di Kota Ambon dapat berjalan dengan baik.
Dengan demikian, pihaknya berharap melalui sidang klasis ke-11 tersebut dapat menjadikan keyakinan dan keimanan dalam kehidupan beragama. Selain itu, untuk menjalani kehidupan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan semua pemeluk agama harus bersatu, tolong menolong serta bergotong rorong untuk membangun kehidupan yang relevan.
Dia menambahkan, penyelenggaraan pelayanan di tingkat Gereja Protestan Maluku (GPM) tahun 2023 dilaksanakan dengan tema memperkuat gereja dan pembangunan demokrasi serta hidup bersama yang berkelanjutan di tengah perubahan zaman serta hidup bersama dan berkelanjutan dengan perkembangan zaman.
" Saya mengajak semua warga gereja dan semua warga kota Ambon untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan spritual, sosial dan serta menjaga lingkungan alam ciptaan Tuhan, " ajak dia.
Selain itu, dia mengajak semua jemaat dan warga Kota Ambon dalam lingkup klasis GPM Pulau Ambon Timur agar tekun beribadah dan berdoa kepada Allah agar pemerintah kota Ambon dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pembinaan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.
Tahun 2024, tambah dia, merupakan tahun pesta demokrasi secara serentak di Indonesia yang prosesnya sudah di mulai di tahun ini.
Olehnya itu, ia mengimbau mengimbau kepada seluruh warga kota Ambon dan khususunya warga gereja protestan Maluku dalam lingkup klasis Pulau Ambon Timur untuk selalu menjaga kerukunan dan perdamaian antara umat beragama.
" Masyarakat kota Ambon harus mendukung dan mendoakan agar seluruh dinamika politik di tahun 2024 dapat berlangsung dalam misi literasi aman dan damai. Demokrasi ini berlangsung lima tahun sekali, jadi kita boleh merusak hubungan keluarga, antar keluarga dan tetangga serta lingkungan sekitar, " pesannya.
Sementara itu, MPH Sinode GPM, Pendeta Yohanis Colling disela - sela membuka sidang klasis ke -11 Pulau Ambon Timur mengatakan, sudah saatnya menjadikan kemitraan jemaat-jemaat lebih fungsional, inovatif dan kreatif, karena pada gilirannya jemaat GPM dengan sendirinya sudah menjadi keuatan spritual, sosial dan ekonomi.
Sebagai kekuatan spiritual, jemaat - jemaat GPM merupakan persekutuan iman yang terbuka (inklusif) membangun tatanan keagamaan yang pluralis di tengah konteks Maluku dan Maluku Utara serta Indonesia yang multikultural.
" Di jemaat - jemaat kita suasana pembinaan iman terbangun melalui semua bentuk. Pelayanan gereja perlu dibina agar berlangsung sesuai dengan ajaran dan tradisi iman GPM sebagai gereja protestan yang bermisi di tengah konteks laut-pulau itu, " kata Pendeta Yohanis Colling.
Dia menjelaskan, GPM ada pada mata-rantai sosial-ekonomi yang harus dihubungkan. Karena itu diperlukan adanya mata rantai yang dibuat secara sengaja dan terencana melalui strategi kemitraan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan sumber daya manusia pedesaan, miterasi budaya lokal komunikasi politik dan pembinaan demokrasi warga.
Secara strategis, kata dia, hal tersebut harus dipikirkan dalam sidang gerejawi dengan melihat potensi jemaat-jemaat atau Klasis yang ada, baik dari sisi sumber daya umat/warga gereja profesi (WGP) maupun sumber daya alam/ekonomi, sehingga program kemitraan internal gereja harus dikedepankan dengan turut melibat komponen gerejawi lainnya misalnya AMGPM.
Di sisi lain, klasis-klasis pada satu wilayah sudah harus mengintegrasi dirinya melalui Kordinator Klasis untuk memainkan peran tersebut sambil mendorong interkoneksi dengan klasis pada wilayah lain.
Sidang gerejawi dalam masa Sinode 2021-2025 ini dilaksanakan dalam semangat teologis pada tema beritakanlah tahun rahmat telah datang dan kerjakannlah keselamatanmu. Sedangkan pada tahun 2023, sub tema nya adalah memperkuat gereja dan pembangunan demokrasi serta hidup bersama yang berkelanjutan di tengan perbubahan zaman.
Di tengah dinamika perkembangan dan perubahan zaman, GPM harus bisa menjawab tantangan era baru, yakni era digitalisasi melalui strategi pemberitaan injil di atas dasar kebenaran dan perilaku etis-injili, supaya keutuhan dan keharmonisan hidup antar masyarakat dan antar-umat beragama tidak retak karena hoax dan ujaran kebencian.
" Kita sudah bersama-sama menetapkan langkah langkah terukur untuk membenahi sistem bergereja di satu sisi, tetapi juga bentuk respons gereja atas kebutuhan internal dan tantangan eksternalnya, " pungkasnya. (AKS)
Dapatkan sekarang