Wali Kota : Kondisi Keamanan Tanggungjawab Bersama
Bodewin Wattimena, Pj Wali Kota Ambon.
FaizalLestaluhu
22 May 2024 06:44 WIT

Wali Kota : Kondisi Keamanan Tanggungjawab Bersama

AMBON,AT-Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena mengimbau, warga yang mendiami kawasan IAIN Ambon, untuk bisa menahan emosi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Hal itu disampaikan pasca insiden antar kelompok warga yang mendiami kawasan tersebut kemarin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon, selama ini telah berupaya untuk menghadirkan kondisi keamanan yang baik kepada masyarakat. Hanya saja hal itu juga berpulang kepada masyarakat sendiri.

"Yang terjadi (bentrokan-red) di daerah Arbes, kompleks IAIN itu sebenarnya upaya kita untuk terus meminimalisir itu (bentrokan-red) dilakukan menjadi bagian dari kita membangun narasi Ambon par semua itu untuk mau mengikat kita adalah sebuah kohesitas sosial yang saling menghargai, saling menjaga, dan saling memandang bahwa ada tanggung jawab kita untuk menjaga kota ini dari seluruh aspek,"kata dia, kepada media ini, Selasa (21/5).

Dikatakan, aspek yang dimaksudkan adalah aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Nah kita berharap kalau ada persoalan-persoalan yang terjadi antar personal itu tindakan kriminal yang jangan dibawa kelompok atau komunitas tertentu. Kalau hari ini sudah terjadi seperti itu, maka Pemerintah mengimbau agar kita menahan diri percayakan penanganan kepada aparat keamanan terutama TNI dan Polri supaya apa ? supaya kita tidak menjadi orang-orang yang terus memicu konflik ini semakin besar,"bebernya.

Diakui, Pemerintah Kota Ambon, tidak akan tinggal diam dengan persoalan kondisi keamanan yang ada.

"Waktu ketika mendengar ada sesuatu yang terjadi kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Ambon, dan Kodim 1504 Ambon, untuk mereka segera melakukan penanganan sehingga tidak menimbulkan dampak atau kerugian yang lebih besar lagi,"tegasnya.

Selain itu, lanjut Wattimena, untuk warga yang menjadi korban dari insiden tersebut, Pemerintah Kota sudah langsung melakukan penanganan.

"Kemudian untuk korban Pemerintah Kota juga fasilitas untuk pengobatan dan sebagainya jadi saya rasa apa yang menjadi kewajiban pemerintah sudah kita lakukan tetapi saya bilang berkali-kali ketertiban di kota ini bukan hanya tergantung kepada pemerintah, dan aparat keamanan TNI/Polri saja, tetapi dia menjadi bagian daripada tanggung jawab masyarakat untuk minimal menjaga agar situasi keamanan dilingkungan yang masing-masing bisa terjaga,"paparnya.

Ditegaskan, pemerintah tidak mungkin mengawal masyarakat ini satu kali 24 jam. "Nah peran tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama ini penting, untuk apa mereka cepat merespon dan ya bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik. Kita terus berkoordinasi mudah-mudahan saja ada kesadaran kita bersama untuk tetap menjaga Ambon ini supaya tetap aman,"tandasnya.

Disinggung soal janji menghadirkan pos pengamanan, Wattimena mengaku, jika hal itu sudah dilakukan hanya saja terkendala soal kepemilikan lahan.

"Sebenarnya bukan janji kita sudah mau membangun (pos Polisi permanen) waktu itu ada ya salah satu masyarakat yang menyatakan bahwa tanahnya siap, ternyata tanahnya bermasalah karena itu tidak jadi dibangun pos itu,"terangnya

"Kalau kita semua memandang bahwa penciptaan kondisi itu harus karena ada pos (aparat keamanan-red) ada ini percuma, yang mesti kita sadari bahwa jangan kita berselisih paham dengan kita komitmen yang mesti terbang supaya apa walaupun tidak ada pos," pungkasnya. (Ars)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai