AMBON,AT — Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, memimpin Upacara Peringatan ke-209 Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (18/5).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang juga Upulatu Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk merefleksikan kembali makna perjuangan Kapitan Pattimura yang terjadi 209 tahun silam.
“Dua ratus sembilan tahun yang lalu, Kapitan Pattimura berdiri memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan. Dengan keberanian, keteguhan, dan cinta kepada tanah air, beliau menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Maluku memiliki harga diri, martabat, dan semangat yang tidak pernah dapat ditaklukkan,” ujar Wattimena saat membacakan sambutan gubernur.
Menurutnya, semangat perjuangan Pattimura harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat Maluku saat ini. Ia menegaskan, jika masyarakat masih mudah terpecah karena perbedaan, malas bekerja, dan takut bersaing, maka api perjuangan Pattimura belum benar-benar menyala.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut disebut sebagai panggilan sejarah sekaligus pesan perjuangan lintas generasi.
“Kalau dulu Pattimura melawan penjajahan dengan parang, salawaku, serta keberanian, hari ini kita harus berjuang melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, melawan perpecahan dengan persaudaraan, dan melawan ketidakadilan dengan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebangkitan Maluku agar mampu menjadi daerah kepulauan yang kuat, mandiri, sejahtera, dan bermartabat sehingga tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.
Menurut Wattimena, saat ini Maluku tengah menghadapi sejumlah agenda strategis nasional, mulai dari proyek kilang gas alam Blok Masela, pembangunan Maluku Integrated Port, hingga perjuangan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang sementara berproses di DPR RI dan DPD RI.
“Semua itu membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Wattimena mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Pattimura sebagai sarana memperkuat persatuan dan mengikis rasa rendah diri sebagai orang Maluku.
“Jangan pernah merasa kecil menjadi orang Maluku. Justru kita harus bangga jadi orang Maluku, karena dari tanah rempah-rempah ini pernah lahir pejuang besar yang mengguncang dunia. Saya percaya, dari tanah ini pula akan lahir generasi emas yang akan membawa Maluku menuju masa depan yang gemilang,” tandasnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku serta Kota Ambon, unsur TNI/Polri, hingga pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon.
Dapatkan sekarang