NAMROLE,AT-Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk menurunkan angka stunting. Langkah-langkah yang dilakukan yakni dengan turun langsung ke daerah atau wilayah yang menjadi lokus stunting. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily.
Bukan hanya itu, lanjut dia, kolaborasi yang dilakukan Pemkab dengan sejumlah stakholder dipastikan bisa menurunkan angka stunting di Bursel pada tahun 2022 kemarin berada di angka 41, 6 persen.
"Saya sangat yakin dengan berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Tim Percepatan Penaggulangan Stunting (TPPS) bersama Pemkab, dan staholder lain, angka stunting di Bursel dalam tahun ini bisa turun," ujar Selsily media ini di Kota Namrole, kemarin.
Selsily yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Buru Selatan ini mengatakan, untuk mengetahui apakah angkah stunting di Bursel turun atau tetap atau naik, bukan menjadi kewenangan dari Tim, atau juga pemerintah daerah. Karena untuk mengetahui itu harus ada survei yang dilakukan.
"Kita tunggu saja apakah angka stunting kita turun atau tidak akan diketahui melalui Survei Status Gisi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI )," ungkapnya.
Selsily yang juga politisi partai Demokrat ini mengungkapkan, upaya untuk menurunkan angka stunting di kabupaten Buru Selatan telah dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah, TPPS dan stakholder lain.
"Kita sudah dilakukan habis- habisan. Tim sudah turun dilapangan. Turun di Puskemas, Posyandu untuk lakukan koordinasi, konsultasi, memberikan arahan dan sebagainya dengan tujuan bisa menurunkan angka stunting," sebutnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menuturkan stunting, mulai dari turun di beberapa Puskemas termasuk melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian , Dinas Ketahanan Pangan.
"Kurang lebih 9 OPD yang terlibat dalam upaya menurunkan angka stunting di kabupaten Buru Selatan. Memang belum semua. Tetapi untuk titik yang menjadi wilayah rawan stunting sudah turun
Sementara itu Kepala Puskemas Namrole, Muhamad Kasim Soulisa mengatakan, pihaknya akan memberikan makanan tambahan berupa pangan lokal kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Bursel terutama dalam wilayah kerja Puskemas Namrole yang kasus stuntingnya mencapai angka 92 kasus.
“Memang benar, Puskesmas Namrole angka stunting tinggi. Namun kita akan berupaya untuk menurunkannya. Salah satu langkah yang akan kita tempuh adalah PMT berbahan pangan lokal,” ujar Soulisa.
Kata dia, pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan terhadap balita di Posyandu dengan membangun kerja sama dengan pemerintah desa. Karena langkah ini dinilai sangat membantu untuk melakukan penanganan terhadap masalah stunting di wilayah pelayanan Puskemas Namrole.
“Kita akan bangun kerjasama dengan pemerintah desa guna meningkatkan pelayanan di Posyandu. Diharapkan saat pelayanan berjalan semua sasaran yang ada harus datang untuk mendapatkan pelayanan ,”harapnya.
Soulisa mengaku, wilayah pelayanan Puskemas Namrole yang mencakup 13 desa dan 6 dusun menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan masalah stunting. Apalagi di wilayah kerja Pukemas Namrole ada 1135 sasaran yang harus mendapat pelayanan dalam pencegahan stunting.
“Kita punya angka sasaran itu 1135. Jika dalam pelayanan semua bisa hadir, past tidak masalah karena akan mendapatkan pelayanan. Tetapi yang tidak datang untuk mendapatkan pelayanan, ini yang menjadi persoalan,” akuinya.
Guna menjangkau masyarakat terutama balita yang tidak mendapatkan pelayanan karena tidak ikut kegiatan Posyandu, kata dia, petugas gizi dan kesehatan dari Puskemas Namrole akan turun langsung ke rumah masyarakat untuk memberikan pelayanan.
"Ini juga langkah yang harus di tempu sehingga upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Buru Selatan teristimewa dalam wilayah pelayanan Puskemas Namrole dapat berjalan dengan baik, " pungkasnya.
Sementara itu, Alberto Soulisa, Siswa Pelatihan Kepemimpinan Adminstrasi Angkatan VIII tahun 2023 lewat program Aplikasi Kalebat yang dibuat untuk pantau dan melaporkan angka stunting terintegrasi optimis angka stunting di Kabupaten Buru Selatan akan turun.
"Memang stunting di Bursel tahun 2022 lalu itu berada di angka 41, 6 persen dan tertinggi di Maluku," akuinya.
Andre optimis dengan langkah yang telah dilakukan oleh TPPS bekerjasama dengan Pemerintah daerah dan juga stakeholder lainnya angka stunting di Buru Selatan akan bergerak turun.
"Saya sangat optimis angka stunting bisa turun. Karena target dari pemerintah daerah dan TPPS , angka stunting di Bursel yang 41,6 persen itu bisa turun menjadi 25 persen," harapnya.(ES)
Dapatkan sekarang