Usut  Dugaan Ijazah Palsu Raja Hutumuri
Ilustrasi.
FaizalLestaluhu
12 Jun 2024 08:41 WIT

Usut  Dugaan Ijazah Palsu Raja Hutumuri

AMBON,AE-Penjabat Wali Kota Ambon Dominggus Kaya, diminta membentuk tim untuk mengusut dugaan penggunaan ijazah palsu milik Raja Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan Fredy Benjamin Waas, dalam melengkapi berkas calon raja sebelum dilantik pada 2020 lalu.

Fredy Benjamin Waas dilantik menjadi Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Hutumuri untuk masa jabatan periode 2020-2026. Ijazah diketahui menjadi salah satu syarat yang harus dilengkapi Fredy Benjamin Waas.

Namun, hampir empat tahun memimpin, barulah terbongkar bahwa ijazah milik Raja Hutumuri itu diduga palsu. Hal ini pun memantik perhatian sejumlah pihak. Salah satunya Direktur Mollucas Corruption Watch (MCW), Hamid Fakaubun, yang merasa hal tersebut sangat fatal dan mencederai marwah pendidikan.

Menurutnya, hal ini perlu mendapat perhatian penting. Apalagi dugaannya jatuh pada seseorang yang memiliki kapasitas cukup strategis seperti seorang Raja atau Kepala Pemerintah Negeri.

"Pemalsuan ijazah merupakan bentuk tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang memuat ancaman pidana berupa pidana penjara selama-lamanya enam tahun," kata Hamid kepada Ambon Ekspres, Selasa (11/6).

Olehnya itu, Hamid meminta kepada Penjabat Wali Kota untuk membentuk tim investigasi guna membongkar dugaan tersebut, dan mengetahui apakah benar ijazah Raja Hutumuri palsu atau asli.

"Harus pakai unsur asas praduga tak bersalah, maka mesti pak Pj Walikota bentuk tim agar dapat mengetahui secara pasti kebenaran masalah dugaan ijazah palsu itu," katanya. 

Menurutnya, sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja tanpa ada tindaklanjut secara serius oleh pihak berwenang. Apalagi berkaitan dengan seorang raja yang menjadi pemimpin bagi ribuan warganya.

"Dampak penggunaan ijazah palsu tidak hanya terbatas pada sanksi hukum tetapi juga kerugian moral. Praktik ini mencerminkan rendahnya integritas dan etika. Makanya jangan dianggap sebagai masalah sepele, ini harus diusut tuntas," kuncinya. (Nal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai