MASOHI,AT-Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Ibrahim Ruhunussa melawan rekomendasi partainya pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah. Ibrahim nekat bertarung dengan dukungan partai politik non kursi.
Ibrahim Ruhunussa merupakan mantan ketua DPRD Maluku Tengah dari Partai Gerindra. Setelah memutuskan mundur dari kursi ketua dewan, Ibrahim pun keluar dari Gerindra.
Pada Pileg 2024, Ibrahim menyalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Seram Bagian Barat (SBB) lewat PAN. Ia berhasi terpilih.
Dengan modal basis fanatiknya, terutama di sebagian wilayah Jazirah Leihitu dan Salahutu, Ibrahim memutuskan untuk bertarung di Pilkada Maluku Tengah.
Sebagai kader PAN, Ibrahim sangat berharap diusung oleh partai berlamban matahari terbit itu. Namun, DPP PAN justru merekomendasi pasangan Zulkarnain Awat Amir-Mario Lawalata yang bukan kader maupun pengurus PAN Maluku.
Kans Ibrahim untuk bertarung di Pilkada Maluku Tengah pupus. Namun, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan kesempatan bagi partai non kursi di DPRD bisa menyalonkan kepala daerah dengan akumulasi suara sah, membuat Ibrahim bergegas mencari dukungan.
Pekan lalu, Ibrahim yang diketahui merupakan salah satu orang dekat Dewan Pembina PAN Maluku Murad Ismail itu, berbasil mengantongi rekomendasi dari lima parpol non seat (tanpa kursi) dan satu parpol pemilik kursi yakni Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garuda, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Partai Gelora.
Akumulasi suara lima partai tersebut telah melebihi ambang batas 10 persen suara sah sebagaimana diputuskan MK. Dengan rincian Partai Ummat 4.185 suara, PKN 3.686 suara, Partai Buruh 3.669 suara, Partai Garuda 1.681 suara, dan Partai Gelora 8.167 suara.
Ibrahim menggandeng kader PKN, Liliane Aitonam sebagai bakal calon wakilnya. Mereka resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Tengah pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (29/8) sekira pukul 18.35 WIT.
Kepada wartawan usai mendaftar, Ibrahim menegaskan akan mengundurkan sebagai anggota DPRD Provinsi terpilih dan kader PAN.
"Saya sudah punya pengalaman dua kali mengundurkan diri. Dengan ini Insya Allah semuanya tidak ada masalah dan rasa optimisme itu saya kembalikan kepada seluruh masyarakat Maluku Tengah,"singkatnya.(Jen)
Dapatkan sekarang