Unpatti-Ameks Gelar Diskusi Publik MBKM 
Admin
09 Dec 2022 23:59 WIT

Unpatti-Ameks Gelar Diskusi Publik MBKM 

AMBON, AT.- Universitas Pattimura (Unpatti) bekerja sama dengan Harian Ambon Ekspres (Ameks) menggelar kegiatan diskusi publik dengan tema “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”, Kamis (17/11). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid itu dibuka Rektor Unpatti yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Muspida, M.Si. 

Turut hadir dan menjadi narasumber dalam diskusi ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti , Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, Duta Kampus Merdeka Provinsi Maluku dan Ketua Pengelola MBKM Unpatti, Dr. Alfonsina Martina Tapotubun serta Kabag HRD PT Nusa Ina, Alhodayaht Wajo, Direktur Harian Ambon Ekspres, Nasri Dumula dan jajarannya serta mahasiswa dan stakeholder lainnya. 

Dalam sambutannya, Dr Muspida mengatakan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka merupakan program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibud-Ristek). Program ini bertujuan memberikan peminatan kepada mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memenuhi dunia kerja di luar program studinya. 

Muspida menjelaskan, dalam program MBKM ini, mahasiswa diberikan kemerdekaan dan keluasan untuk didorong agar menguasai ilmu pengetahuan selama lima semester yang diberikan kesempatan setara dengan 20 SKS.

Sementara 40 SKS atau dua semester berada di tempat keilmuan pada program studi yang sama di luar perguruan tinggi Unpatti atau mahasiswa tersebut magang dalam mempraktekkan ilmu yang selama ini dimiliknya dengan pengalaman lapangan. 

“Olehnya itu, program tersebut perlu disosialisasikan agar mahasiswa tidak hanya bertumpu pada satu disiplin ilmu, tetapi bagimana mahasiswa dapat memperkaya keilmuannya selama empat semester yang diikuti selama ini untuk dapat dikembangkan di luar program studi atau keilmuannya,“ jelasnya.

Dalam MBKM ini, Muspida mencontohkan, program studi ekonomi dalam melihat aspek – aspek hukumnya sehingga dapat belajar tentang hukum ekonomi, sosial, sosiologi ekonomi pada program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan.
Demikian juga program studi ilmu lainnya, agar mahasiswa mamlu mempraktekkan ilmunya di tengah – tengah masyarakat.

Olehnya itu, dalam penerapan MBKM ini tidak hanya sekadar pengayaan terhadap ilmu, tetapi pembentukan kepribadian mahasiswa, kreativitas, peningkatan kapasistas serta manajemen. Ilmu – ilmu yang diterapkan dan diterima selam lima semester di perguruan tinggi pada program studinya ditambah dengan tiga semester diluar MBKM, tentu mahasiswa akan memperkaya ilmunya yang berhubungan dengan program studi.

Mahasiswa juga diajarkan untuk mengelola dan mengkreasikan peningkatan kapasitas keilmuannya dan berinovasi terhadap teori yang telah diterima selama lima semesterdi program studinya akan dikembangkan di dalam dunia nyata. 

Olehnya itu, program MBKM ini sangat penting untuk disosialisasikan. “Saya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikutinya dengan baik sehingga bukan kepada mahasiswa saja tetapi juga diperkenalkan kepada publik tentang bagaimana peran MBKM dalam membangun kemandirian mahasiswa, “  singkatnya. 

Sementara itu, Direktur Harian Ambon Ekspres, Nasri Dumula dalam kesempatnnya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Universitas Pattimura yang telah mendorong terselenggaranya dua kegiatan yakni, Diskusi Publik Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan pelatihan jurnalis kepada organisasi mahasiswa intra kampus Unpatti. 

Setelah pelaksaan diskusi publik ini, akan dilanjutkan dengan pelatihan jurnalis yang kegiatannya berlangsung di Graha Ambon Ekspres. “Saya ucapkan selamat mengikuti diskusi publik MBKM dan selamat datang untuk peserta pelatihan jurnalis semoga melalui pelatihan ini memberikan dampak positif baik secara personal maupun secara kelembagaan dalam melengkapi kebutuhan publik terhadap informasi. 

Menurut Nasri, tujuan pelaksanan kegiatan ini untuk memboboti mahasiswa di organisasi intra kampus Unpatti agar mengenal lebih dalam pola penulisan yang sederhana ala jurnalis dengan harapan ilmu yang diperoleh dalam  pelatihan ini menjadi embrio kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan publik akan informasi. 

Demikian pula dengan kegiatan diskusi publik MBKM semoga melalui momentum diskusi tersebut dapat membuka ruang dan informasi yang seluas luasnya tentang implementasi MBKM yang mungkin belum familiar di kalangan mahasiswa tentang program pemerintah pusat. 

Karena itu, Ambon Ekspres sebagai multi media di Maluku merasa berkewajiban untuk ikut serta membantu pemerintah pusat dalam mensosialisasikan program MBKM yang dipersentasikan oleh para narasumber. 

Ambon Ekspres sendiri membuka pintu selebar – lebarnya untuk mensukseskan program MBKM melalui program pemagangan mahasiswa untuk memperdalam ilmu jurnalis. Dengan infrastruktur media yang dimiliki Ambon Ekspres mulai dari koran cetak, koran digital, radio, TV streaming, podcast, youtube dan media online Ambon Terkini dan Ameks.id yang dilengkapi dengan medi sosial lainnya akan tampil sebagai media terdepan untuk memberikan informasi kepada publik di Maluku. 

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti , Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy dalam pemaparan MBKM menjelaskan, kegiatan diskusi MBKM sangat penting dilakukan untuk mendekatkan setiap kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan dalam kaitannya dengan MBKM yang merupakan kebijakan pemerintah di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.     

‘’Diskusi publik seperti ini penting sekali karena jarang sekali terjadi diskusi dengan publik. Padahal publik juga ingin memahami bahwa sebuah kebijakan pemerintah yang didalamnya masyarakat terlibat dan kita menjembatani masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dan bisa diselesaikan dla kerja sama dengan institusi pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi,“ kata Prof Leiwakabessy. 

Dijelaskan, konsep pertama dari MBKM ini adalah sebuah gagasan brilian oleh menteri pendidikan. Dengan kemampuannya yang besar tersebut dapat mengeluarkan sebuah kebijakan.  

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, salah satu konsep yang diimplemntasikan dan dirumuskan  dalam peraturan ini adalah setiap program studi membenahi kurikulumnya dan bagaimana implementasi MBKM.

Ada delapan bentuk kegiatan MBKM yang harus diimplementasikan di dunia kampus dan juga dipadukan antara dunia kampus dengan dunia industri serta masyarakat.  Dimana keterlibatan mahasiswa dan dosen harus bisa diatur sedemikian rupa sehingga mahasiswa bisa terlibat langsung mengimplementasikan kemampuan yang diperoleh, sehingga diharapkan mereka memiliki hal – hal yang praktis di dunia kerja tetapi juga di dunia industri. 

“Jadi, MBKM ini kalau kita lihat penerapannya di dalam proses belajar mengajar, maka delapan bentuk kegiatan ini disebut sebagai bentuk kegiatan pembelajaran atau disingkat BKP,“ jelasnya. 

Ia menambahkan, ada delapan semester mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa untuk mendapatkan 144 SKS untuk mendapatkan gelar sarjana. Dari delapan semester itu, MBKM ini di programkan pada alternative baik semester lima, enam, tujuh dan semester delapan. 

Dalam program MBKM ada delapan semester kuliah, maka lima atau empat semester pertama harus menguasasi bidang keilmuan pada program studi masing – masing. Delapan standar pendidikan perguruan tinggi itu yakni standar isi, proses, pengelolaan, standar kurikulum, pendidik dan kependidikan, pembiayaan dan penilaian. 

Dalam Permendikbud No 3 tahun 2020 juga merumuskan tentang bagaimana setiap program studi dan perguruan tinggi membenahi kurikulumnya agar bisa mencapai standar nasional pendidikan tinggi. 

Salah satu standar pendidikan tinggi adalah standar isi  yang dirumuskan didalam kurikulum. Sementara didalam kurikulum ada dua hal yang harus dibenahi yaitu merencanakan kurikulum dan melaksanakan kurikulum. 

Dengan demikian, dari delapan semester tersebut dalam program MBKM harus merancangnya di semester lima, enam dan tujuh atau bisa pada semester enam, tujuh dan delapan. Hal ini tergantung pada rancangan setiap program studi. 

“Setiap prodi harus bisa merancang kurikulumnya untuk memasukan kebijakan kampus merdeka ini dalam setiap kurikulum program studi. Jadi ada 20 SKS harus ditawarkan. Jadi, tiga semester MBKM dan satu semesternya adalah jumlah SKS di perguruan tinggi minimal 18 SKS pada satu semester, maksimal 24 SKS , “ singkatnya. 

Duta Kampus Merdeka Provinsi Maluku dan Ketua Pengelola MBKM Unpatti Ambon, Dr. Alfonsina Martina Tapotubun dalam pemaparannya menilai bahwa MBKM merupakan sebuah program yang luar biasa.  MBKM adalah cara – cara pembelajaran yng luar biasa yang didesain sedemikian rupa, karena esensinya adalah memberikan kebebasan kepada kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi kepada dosen dan mahasiswa. 

Diharapkan dari implementasi MBKM ini kualitas pendidikan bangsa Indonesia meningkat. “Kita tahu bersama bahwa era ini akan terus berubah dengan cepat. Dan tentunya banyak pekerjaan akan hilang seiring dengan perubahan zaman. Sehingga MBKM sesungguhnya menyiapkan mahasiswa untuk menjadi yang unggul setelah keluar dari kampus,“ ucap Alfonsina.
 
Dia menjelaskan, saat ini Indonesia telah memasuki era 4.0 menuju 5.0. Apabila telah memasuki era 5.0, maka sesungguhnya masyarakat sangat super cerdas. Dengan demikian, untuk menghadapi era 5.0, tentunya tidak bisa menunggu, tetapi mulai dari saat ini banyak berkreasi dan berinovasi. 

Dengan demikian, lanjut dia, perguruan tinggi di dalam konsep MBKM adalah tuan rumah pendidikan tinggi yang sebenarnya sangat berkepentingan untuk menyiapkan  sumber daya manusia unggul. 

“Orang mau jadi sarjana harus kuliah. Beda dong, antara alumi dengan tamatan SMA dengan sarjana. Dan saya berharap sarjana lulusan sekarang harus beda dengan lulusan  tahun – tahun sebelumnya, “ imbuhnya. 

Kabag HRD PT Nusa Ina, Alhidayat Wajo mengatakan, untuk mengimplementasikan MBKM, PT Nusa Ina telah bekerja sama dengan Universitas Pattimura khususnya program studi pertanian dalam rangka mensukseskan MBKM sejak tahun 2021 lalu.
  
Sesuai dengan peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun  2020, PT Nusa Ina berkewajiban untuk membuka diri kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman di dunia industri. Bahkan bila mahasiswa yang magang di perusahaan itu hendak kembali bekerja di tempat itu  maka PT Nusaina dengan tangan terbuka akan menerimanya sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh pemerintah.(AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai