Ambon,AT.-- Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) bersama Institusi Teknologi dan Bisnis (ITB-AD) Ahmad Dahlan Jakarta, menggelar Workshop Penelitian Kolaboratif, di Kampus UM Maluku, Talake, Kota Ambon, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian kerja sama kedua perguruan tinggi untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta mendorong lahirnya penelitian berdampak bagi masyarakat. Turut juga dihadiri para Dosen dan Mahasiswa.
Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, mengatakan, kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penelitian di kampus.
" Penelitian adalah investasi bagi dosen. Dari sana kita belajar mengelola riset, bertemu banyak orang, dan memperkuat kapasitas akademik ," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa, Keterlibatan UM Maluku dalam hibah penelitian nasional selama Lima tahun ini menjadi peluang memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kompetensi dosen.
" Para mahasiswa /mahasiwi harus menghadirkan kegiatan akademik yang melibatkan pemerintah, masyarakat diberbagai institusi, hal ini juga bagian dari upaya membangun reputasi kampus sekaligus membuka ruang belajar lebih luas bagi mahasiswa ," katanya.
Prof. Faris juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan kegiatan ilmiah. Dikarenakan dari pengalaman akan terbentuk pola pikir terbuka, kritis, dan menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan.
" Nilai-nilai Muhammadiyah memandang keberagaman sebagai sumber kemajuan, bukan ancaman. Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat majemuk,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Yulianti Muthmainnah, mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi materi, tetapi juga membangun budaya kolaborasi antardosen dan mahasiswa lintas perguruan tinggi.
" Workshop dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk menyusun proposal penelitian kolaboratif dan menghasilkan modal bagi peserta ," ujarnya.
Yulianti juga memberika apresiasi kepada kampus UM Maluku yang dinilai telah menyediakan lingkungan ramah bagi perempuan dan keluarga, sehingga mendukung produktivitas sivitas akademika.
" Hasil penelitian diharapkan menjadi rekomendasi pengembangan kurikulum pendidikan perdamaian di perguruan tinggi, sehingga nilai toleransi dan keberagaman diwariskan kepada generasi muda ," tandasnya. (SLP).
Dapatkan sekarang