Uji Sampel Takjil di Bula,BPOM: Masih Aman Dari Empat Bahan Bebahaya
Petugas BPOM Maluku saat melakukan pengawasan penjual takji,di Kampung Ramadan,kota Bula, SBT. Jumaat(13/3/2026).
QuBisaAdmin.com
13 Mar 2026 23:07 WIT

Uji Sampel Takjil di Bula,BPOM: Masih Aman Dari Empat Bahan Bebahaya

BULA,AT---Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maluku, melakukan pengawasan takjil dari bahan berbahaya di kota Bula,kabupaten Seram Bagian Timur(SBT). Dari hasil uji sampel selama tiga hari BPOM masih belum temukan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

Kepala BPOM Maluku, Tamran Ismail, S.Si., S.Farm., MP menjelaskan, pihaknya secara nasional setiap bulan Ramadan melakukan instensifikasi pengawasan pangan juga takjil. Untuk pengawasan bahan pangan BPOM melakukan sidak pada sarana distribusi.

"Yakni Grosir,Toko, swalayan maupun ritel moderen dan tradisional dan beberapa toko lainya. Itu untuk memastikan bahwa produk yang dikonsumsi oleh masyarakat bisa dijamin pemerintah,"ungkap Tamran kepada Ambon Ekspres,Jumat(13/3/2026).

Selain itu, kata dia, dalam pengawasan terhadap makanan takjil dan minuman dengan melakukan pemutihan terhadap empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan yakni, Formalin,Boraks,Rhodamin B juga Kuning metanil.

Dirinya menambahkan, kegiatan pengawasan ini telah dilakukan selama tiga hari. Ia mengaku, untuk sarana distribusi yang menjual produk ditemukan ada yang kadarwarsa dan rusak dan telah melakukan pemusnahan. 

"Kalau untuk pengawasan takjil,alhamdulillah aman daei empat bahan berbahaya yah. Jadi belum tentu aman semuanya karena ini ada yang masih menjual dalam keadaan terbuka,"ujarnya.

Dirinya menyarankan, agar para pegadang takjil yang berjualan dengan tempat terbuka harus menggunakan penutup makanan. Sehingga terhindar dari polusi udara. 

Tamran menghimbau kepada masyarakat, untuk membeli produk secukupnya sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk pangan olahan pastikan kroscek kemasan,izin edar dan kadarwarsa.

"Untuk obat-obatan itu nanti momentnya terpisah. Ini kita khusus untuk pangan menjelang hari raya idul fitri,"jelasnya.

Sementara,Pelaksana Tugas(Plt) Kepala dinas Kesehatan SBT,Punira Kilwalaga menyampaikan, mewakili pemerintah daerah pihaknya sangat mendukung kegiatan pengawasan tersebut.

"Yang pasti kami mendukung,suport apa yang apa yang dilakukan BPOM,karena tujuan akhir kita bagaiman masyarakat SBT mengkonsumsi pangan yang aman dan jajanan yang sehat,"pungkasnya.(JU).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai