Turunkan Angka Stunting, Pemkab Bursel   Rapat Koordinasi Evaluasi 
FaizalLestaluhu
14 Feb 2025 11:09 WIT

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Bursel   Rapat Koordinasi Evaluasi 

NAMROLE,AT- Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily mengatakan, pemerintah daerah dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi evaluasi dalam rangka penurunan angka stunting. Rapat koordinasi dan evaluasi ini sangat penting untuk menentukan langkah-langkah strategis guna menurunkan angka stunting di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena ini.

"Jadi kita akan lakukan rapat koordinasi evaluasi untuk menentukan langkah- langkah strategis untuk menurunkan angka stunting. Karena target kita itu angka stunting di Bursel harus turun ," ujar Selsily saat dikonfirmasi media ini kemarin. 

Selsily yang juga ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di kabupaten Buru Selatan ini mengatakan, untuk  kegiatan stunting, beberapa waktu lalu,    tim percepatan penurunan stunting, dan stokholderr yang lain,  telah melakukan sejumlah langkah yakni dengan   masuk ke  desa-desa yang menjadi  lokus stunting. Langkah ini dilakukan untuk   bagaimana terus mengampanyekan   sekaligus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan   seluruh stakholder, untuk menurunkan angka stunting.  

"Memang  kemarin  itu kita punya angka stunting di tahun 2023 sudah mengalami penurunan  dari 41,6 menjadi 35 opersen," sebutnya.

Hanya saja, lanjut Selsily, yang dalam waktu dekat  dilantik sebagai wakil bupati defenitif untuk kedua kalinya bersama bupati terpilih La Hamidi , menegaskan, pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan melalui Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting 
akan terus berusaha   untuk menurunkan angka stunting.  

"Tahun 2024 kita sudah berkerja keras untuk melakukan koordinasi  lewat tindakan –tindakan yang  dilakukan secara intensif untuk menurunkan angka stunting.  Memang ada  juga beberapa kendala yang kita hadapi  misalanya terkait dengan persoalan  geografi persoalan pelayanan yang dilakukan oleh baik, pihak-pihak terkait, para stakholder terutama di wilayah-wilayah atau  desa dimana masih kurang transfortasi dan informasi untuk bagaimana secara bersama-sama  menurunkan angka stunting dengan bekerja bersama-sama," ujarnya. 

Kendati diperhadapkan dengan kondisi tersebut, Selsily  mengimbau kepada tim dan juga stakeholder terkait untuk tidak mundur atau mengalah  dengan kondisi yang ada,  tetapi harus tetap berusaha. 

"Kita tidak boleh kecewa dengan kondisi itu. Kita harus  terus melakukan koordinasi  untuk bagaimana menurunkan angka stunting.  Mudah-mudahan  di tahun 2024 berdasarkan hasil survei angka stunting bisa turun.  Dari angka 35 ditahun 2023 bisa turun di tahun 2024," harapnya.

Ditanya peran aparat pemerintah desa guna membantu menurunkan angka stunting,  Selsily yang juga mantan anggota DPRD 3 periode ini menegaskan, aparat desa  juga  punya peran penting. "

 Sebetulnya baik  kades, aparat desa dan juga tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran yang cukup penting  . olehnya itu kita harus terus melakukan koordinasi dengan  pihak desa, camat   dan  Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak   Desa .   Jangan menggangap masalah stunting ini hanya punya kaitan dengan masalah  kesehatan semata, tetapi menjadi tanggungjawab kita semua," tutupnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DKPPKB)  Wa Jeni optimis angka stunting di Buru Selatan akan turun di tahun 2024.

" Saya sangat optimis angka Stunting di Bursel akan turun," yakinnya.

Yenni yang juga orang nomor satu di DKPPKB Bursel ini mengatakan, seluruh daerah atau kabupaten / kota di Indonesia masih menunggu hasil Survei Status Gizi Indonesia  ( SSGI)tahun 2024 yang baru saja selesai di akhir Desember 2024 kemarin.

"Kita masih tunggu hasil survei SSGI terkait stunting. Kalau sudah ada pasti akan disampaikan. Karena untuk stunting di Bursel itu tahun 2021, angkanya 39,1 persen,  tahun 2022 angkanya 41,6 persen , tahun 2023 turun 35 persen dan untuk tahun 2024 masih menunggu hasil survei SSGI," tandasnya. ( Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai