NAMROLE,AT- Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily mengatakan, pemerintah daerah dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi evaluasi dalam rangka penurunan angka stunting. Rapat koordinasi dan evaluasi ini sangat penting untuk menentukan langkah-langkah strategis guna menurunkan angka stunting di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena ini.
"Jadi kita akan lakukan rapat koordinasi evaluasi untuk menentukan langkah- langkah strategis untuk menurunkan angka stunting. Karena target kita itu angka stunting di Bursel harus turun ," ujar Selsily saat dikonfirmasi media ini kemarin.
Selsily yang juga ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di kabupaten Buru Selatan ini mengatakan, untuk kegiatan stunting, beberapa waktu lalu, tim percepatan penurunan stunting, dan stokholderr yang lain, telah melakukan sejumlah langkah yakni dengan masuk ke desa-desa yang menjadi lokus stunting. Langkah ini dilakukan untuk bagaimana terus mengampanyekan sekaligus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakholder, untuk menurunkan angka stunting.
"Memang kemarin itu kita punya angka stunting di tahun 2023 sudah mengalami penurunan dari 41,6 menjadi 35 opersen," sebutnya.
Hanya saja, lanjut Selsily, yang dalam waktu dekat dilantik sebagai wakil bupati defenitif untuk kedua kalinya bersama bupati terpilih La Hamidi , menegaskan, pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan melalui Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting
akan terus berusaha untuk menurunkan angka stunting.
"Tahun 2024 kita sudah berkerja keras untuk melakukan koordinasi lewat tindakan –tindakan yang dilakukan secara intensif untuk menurunkan angka stunting. Memang ada juga beberapa kendala yang kita hadapi misalanya terkait dengan persoalan geografi persoalan pelayanan yang dilakukan oleh baik, pihak-pihak terkait, para stakholder terutama di wilayah-wilayah atau desa dimana masih kurang transfortasi dan informasi untuk bagaimana secara bersama-sama menurunkan angka stunting dengan bekerja bersama-sama," ujarnya.
Kendati diperhadapkan dengan kondisi tersebut, Selsily mengimbau kepada tim dan juga stakeholder terkait untuk tidak mundur atau mengalah dengan kondisi yang ada, tetapi harus tetap berusaha.
"Kita tidak boleh kecewa dengan kondisi itu. Kita harus terus melakukan koordinasi untuk bagaimana menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan di tahun 2024 berdasarkan hasil survei angka stunting bisa turun. Dari angka 35 ditahun 2023 bisa turun di tahun 2024," harapnya.
Ditanya peran aparat pemerintah desa guna membantu menurunkan angka stunting, Selsily yang juga mantan anggota DPRD 3 periode ini menegaskan, aparat desa juga punya peran penting. "
Sebetulnya baik kades, aparat desa dan juga tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran yang cukup penting . olehnya itu kita harus terus melakukan koordinasi dengan pihak desa, camat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Desa . Jangan menggangap masalah stunting ini hanya punya kaitan dengan masalah kesehatan semata, tetapi menjadi tanggungjawab kita semua," tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DKPPKB) Wa Jeni optimis angka stunting di Buru Selatan akan turun di tahun 2024.
" Saya sangat optimis angka Stunting di Bursel akan turun," yakinnya.
Yenni yang juga orang nomor satu di DKPPKB Bursel ini mengatakan, seluruh daerah atau kabupaten / kota di Indonesia masih menunggu hasil Survei Status Gizi Indonesia ( SSGI)tahun 2024 yang baru saja selesai di akhir Desember 2024 kemarin.
"Kita masih tunggu hasil survei SSGI terkait stunting. Kalau sudah ada pasti akan disampaikan. Karena untuk stunting di Bursel itu tahun 2021, angkanya 39,1 persen, tahun 2022 angkanya 41,6 persen , tahun 2023 turun 35 persen dan untuk tahun 2024 masih menunggu hasil survei SSGI," tandasnya. ( Edy)
Dapatkan sekarang