AMBON,AT-Pengerjaan proyek cek dam Rinjani kawasan Ahuru, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang dilakukan oleh PT Jaya Konstruksi sebagai pemenang tender, dan PT Mandiri Sejahtera, selaku Jo (pelaksanaan) masih terus berlangsung.
Keselamatan dan kenyamanan warga kian terusik, sebab selain dari debu, becek dan bunyi kendaraan maupun alat berat, juga tower milik Telkomsel yang berada dilokasi tersebut menjadi ancaman.
Pantuan media ini disekitar lokasi proyek tersebut, tower setinggi belasan meter itu kini terancam tumbang, sebab tanah disekitar tower terus tergerus akibat pengerjaan proyek tersebut.
"Tower inikan masuk didalam area cek dam, namun sampai saat ini baik pihak Telkomsel maupun PT Jaya Konstruksi selaku pengerja proyek belum juga memindahkan tower ini, akibatnya tanah disekitar tower ini tergerus dan tower ini bisa rubuh," kata Alwi, salah seorang warga Ahuru, kepada media ini, kemarin.
Menurutnya, pihak Telkomsel maupun PT Jaya Konstruksi, dan Balai Sungai Wilayah Maluku, harusnya peka dalam melihat kondisi tersebut, sebab hal itu berkaitan dengan keselamatan warga sekitar.
"Jangan dianggap remeh sebab yang korban adalah kami (warga). Tanah disekitar tower itu juga sudah longsor, dan semakin dekat posisi tower. Tidak menutup kemungkinan tower itu bisa longsor sehingga jadi ancaman untuk keselamatan kami," ujarnya.
Dikatakan, warga semakin dihantui rasa takut dengan kondisi tanah yang berada disekitar tower tersebut.
"Jangan tunggu sampai tower itu jatuh dan memakan korban baru ada tindakan dari PT Jaya Konstruksi, Telkomsel maupun Balai Sungai," timpalnya.
Sementara itu, Ari wartga lainnya juga mengancam, akan memblokade pengerjaan cek dam Rinjani tersebut, jika PT Jaya Kontruksi, Balai Sungai dan Telkomsel tidak segera memindahkan tower tersebut.
"Kita kasih waktu selama seminggu kedepan untuk tower tersebut dipindahkan, jika tidak maka kami akan memblokade jalur utama menuju lokasi cek dam Rinjani. Apalagi jalan utama ini lewat depan rumah saya," tegasnya.
Dirinya mengaku, jika selama setahun terakhir warga dibuat menderita akibat pengerjaan proyek tersebut.
"Kami sudah cukup sabar setahun kami menderita, debu, becek, bunyi kendaraan yang lalu lalang, maupun alat berat yang beroperasi tanpa mengenal waktu, maka jangan ancam kami dengan tower ini. Kami sudah muak, dan tidak ada kata kompromi lagi. Sudah sangat keterlaluan," tandasnya. (AHA).
Dapatkan sekarang