AMBON,AT-Setelah melakoni try out di luar negeri selama tiga minggu, tim tinju akhirnya kembali ke Jakarta, mereka akan melanjutkan TC (Training Center) di ibu kota negara hingga jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI di Aceh-Sumut, September 2024 mendatang.
Agus Titaley, Pelatih Tinju PON Maluku menyampaikan, proses TC di luar negeri telah berakhir pada, dua hari lalu. Selanjutnya, atlet akan mengikuti latihan di Jakarta, tepatnya di Sasana Bina Satria.
"TC di luar negeri kan sudah selesai. Anak-anak (petinju) akan melanjutkan TC di Jakarta dan melakoni sejumlah uji coba. Ini untuk mematangkan kesiapan atlet mengingat PON tinggal sebulan lagi, " ungkap Agus saat menghubungi Ambon Terkini.Id, Senin (5/8).
Agus melanjutkan, tim pelatih terus melakukan evaluasi terkait hasil di luar negeri.
"Hasil evaluasi TC di luar negeri, perkembangan atlet sangat bagus, meski begitu ada beberapa poin yang menjadi fokus kami, terutama fisik atlet. Tentunya, tim pelatih akan berupaya memberikan yang terbaik untuk para atlet, " tutur Agus.
Kemudian, kata Agus, PON kali ini, tim tinju Maluku akan diperkuat 8 atlet terbaik.
"Delapan atlet sedang menjalani training center (TC) di Jakarta. Kalau pagi, mereka latihan di kawasan GBK, nanti sore hari di Sasana Bina Satria, " jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, program TC ke luar negeri maupun di Jakarta ini juga tidak terlepas peranan para pengambil keputusan di Pertina Maluku maupun KONI Maluku.
"TC ini sangat penting karena atlet butuh jam terbang sebenarnya, makanya kami bersyukur mereka bisa TC di luar negeri, " katanya.
Kata Agus, tim pelatih ingin memberikan kesempatan dan pengalaman bertanding kepada atlet. Sehingga dengan proses dan progres yang sudah dirasakan para petinju akan mengangkat level bertanding di PON 2024 nanti.
"Selama TC, mereka diuji dengan lawan-lawan yang ngotot saat bertanding. Ini secara mental mereka sudah kuat. Jadi level mentalnya kita harapkan sudah naik. Nantinya, ketika mereka tanding di PON, mereka itu kapasitas mentalnya sudah berbeda. Bertandingnya lebih tenang, fisik lebih kuat, jadi mereka sudah siap tempur. Itu yang kita harapkan. Dan di sisa waktu yang ada ini program penguatan fisik dan ujicoba tetap dilakukan," demikian Agus. (Cal)
Dapatkan sekarang