AMBON, AT- KM Terajana, yang berangkat dari kota Ambon tujuan pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) alami musibah di tengah laut. Kantor Basarnas Ambon akhirnya arahkan armadanya mengevakuasi 13 orang penumpang dari atas kapal itu, Senin (29/5).
Para penumpang yang di evakuasi yakni, Rosit (67), Budu (76), Bau (65), Dade (50), Lili (35), Ala (25), Iya (21), Dilfan (17), Soba (40), Romi (15), Yeni (27), Aher (20), Darma (32).
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Mustari, dalam dalam keterangan resminya menegaskan, belasan penumpang KM. Terajana itu evakuasi setelah kapal kayu itu mengalami mati mesin saat perjalanan menuju pulau Manipa.
Informasi kapal itu mengalami musibah diterima sekira pukul 06.27 WIT, melalui Comm Centre Basarnas Maluku dari Bernard melaporkan bahwa KM Terajana bertolak dari Kota Ambon tujuan Pulau Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat mengalami kerusakan mesin dan terombang ambing disekitar Perairan Pulau Tiga, Kabupaten Maluku Tengah.
Selepas diterimanya informasi, pukul 07.00 WIT dikerahkan KN SAR Abimanyu menuju lokasi kejadian guna melaksanakan Operasi SAR pada koordinat 337.724 S - 127 53.115 E, dengan jarak -+ 25,2 Nm, dan Heading 284,79 arah Barat dari Kantor SAR Ambon.
Pukul 08.55 wit, KN SAR Abimanyu tiba di lokasi kejadian dan berhasil menemukan KM Terajana dalam kondisi hanyut dan terombang ambing.
"Seluruh korban berjumlah 13 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya KM Terajana di towing menggunakan KN SAR Abimanyu menuju Pulau Tiga," kata Dia.
Dari hasil koordinasi Tim dengan Nahkoda KM Terajana, meminta agar tetap berada di Pulau Tiga untuk sementara sambil mencoba memperbaiki kerusakan mesin.
Diketahui, KM Terajana berangkat dari Kota Ambon tujuan Pulau Manipa sekitar pukul 03.00 wit dini hari. Namun sesampainya di Perairan Pulau Tiga kapal mengalami kerusakan mesin akibat gelombang yang cukup tinggi.
"Beruntung setelah dilaporkan oleh salah satu keluarga korban dan dilakukan. KM Terajana diperkirakan akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Manipa setelah berhasil memperbaiki kerusakan mesin," demikian Mustari.
Sementara, Polda Maluku melalui Direktorat Polairud dalam menyikapi kondisi cuaca buruk yang terjadi saat, secara intens lakukan patroli perairan menghimbau setiap kapal tetap berhati-hati dalam lakukan pelayaran.
"Setiap kapal melintas dijalur pelayaran, kita menghimbau agar lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan ketika sedang berlayar," Direktur Polairud, Kombes Pol. Handoyo Santoso, terpisah.
Handoyo juga, mengingatkan setiap kapal yang melinntas agar selalu memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG dikarenakan cuaca berubah-rubah dan terkadang cuaca buruk ombak besar disertai angin kencang.
"Dan, apabila terjadi hal yang membahayakan Nahkoda dihimbau untuk mencari pulau terdekat," katanya. Patroli perairan dilakukan kata dia, juga dalam rangka Harkamtibmas, maka patroli rutin ini telah menjadi agenda untuk melaksanakan patroli.
"Kegiatan patroli pesisir ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan merasa terlindungi dengan kehadiran Polri," demikian Handoyo.(ERM)
Dapatkan sekarang