AMBON, AT.--Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diketuai oleh Dendi Wijaya, mengadakan riset bahasa Alune di Desa Rambatu dan Rumberu di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, mulai Senin (10/10).
Anggota tim riset terdiri atas Erniati (CWS Makassar), Nuraidar Agus (CWS Makassar), Satwiko Budiono (CWS Jakarta), Fida Febriningsih (CWS Ternate), dan Asis Kamma (CWS Manado). Selain para peneliti dari BRIN, riset ini juga melibatkan akademisi dari Universitas Pattimura Ambon,Falantino Eryk Latupapua.
Riset ini merupakan implementasi program Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra di bawah naungan Organisasi Riset (OR) Arkeologi, Bahasa, dan Sastra untuk tahun anggaran 2022. Hingga 24 Oktober nanti, para peneliti akan mendokumentasikan bahasa Alune yang digunakan di kedua daerah pengamatan tersebut, kemudian akan menyusun deskripsi dan tipologi bahasa yang meliputi sistem fonologi, morfologi, dan sintaksis.
Hasil riset ini akan dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional dan internasional, di samping memenuhi target aktivisme yang relevan untuk mengembangkan bahasa Alune di wilayah pertuturan tersebut.
Riset didahului dengan diskusi kelompok terpumpun (DKT) di SMK Kristen Seram Barat, Piru. Diskusi tersebut dihadiri oleh Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, John Tahya, Kepala Kesbangpol Kabupaten SBB, H. M. Patty, tokoh pemuda, guru, serta tokoh adat dan perwakilan masyarakat penutur bahasa Alune.
Selain untuk mengumpulkan data awal yang dibutuhkan oleh tim peneliti mengenai situasi pertuturan bahasa Alune dan kebijakan kebahasaan dan kebudayaan, diskusi itu juga memberikan masukan kepada para pemangku kepentingan untuk mulai memikirkan ulang situasi kebahasaan mutakhir dalam rangka merumuskan kebijakan yang mendukung vitalitas bahasa Alune yang ditengarai semakin berkurang penggunaannya karena berbagai faktor.
Kehadiran tim peneliti disambut dengan antusias oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
“Kedatangan tim riset ini membuat beta (saya) merasa bahagia karena masyarakat kembali disadarkan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan penggunaan bahasa Alune yang sudah semakin merosot. Semoga generasi muda Rambatu akan disadarkan untuk menghargai bahasa, adat, dan budaya Alune di Rambatu, sekaligus mempelajari dan menggunakan bahasa Alune”, demikian penjelasan pemuka adat sekaligus tokoh masyarakat Desa Rambatu, Corneles Ruspanah.
Ketua Tim Riset, Dendi Wijaya berhaharap
hasil riset ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat penutur bahasa Alune.
"Sekaligus memberikan konstribusi optimal bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sesuai dengan visi dan misi BRIN," kata Dendi. (tab)
Dapatkan sekarang