Tiga Rumah Warga di Katapang Rusak Dihantam Banjir
Ilustrasi
FaizalLestaluhu
10 Jul 2023 14:18 WIT

Tiga Rumah Warga di Katapang Rusak Dihantam Banjir

AMBON, AT-Sebanyak tiga unit rumah warga Dusun Katapang, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), rusak parah karena dihantam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi di daerah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun korban mengalami kerugian materil ratusan juta rupiah.

Menurut Tahir Muhammad, Sekretaris Dusun Katapang bahwa, hujan yang melanda Dusun Katapang membuat air sungai Waihalulu meluap sehingga terjadi banjir dan menghantam rumah warga.

"Ada beberapa rumah yang terkena dampak banjir, namun yang paling parah itu rumah milik Talip Marasabessy, Albabar dan Nahidi, " ungkap Tahir. 

Tahir melanjutkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/7) sekira pukul 14.00  WIT. Saat itu hujan sangat deras sehingga air sungai Waihalulu meluap sehingga airnya masuk ke pemukiman warga dusun. Akibatnya, tiga rumah warganya mengalami rusak parah. 

“Hujan sejak malam hari. Namun, malam itu hujan tidak begitu deras. Nah, tepatnya siang hari sekitar pukul 13.00 WIT hingga pukul 14.00 WIT terjadi hujan yang sangat deras sehingga sungai Waihalulu meluap dan mengakibatkan banjir, " beber dia. 

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB melalui Dinas PUPR sementara melakukan pengukuran terhadap tiga rumah yang rusak, untuk dilakukan penanganan darurat. 

“Kami sudah minta dinas terkait di SBB untuk melakukan normalisasi terlebih dulu. Selanjutnya baru membuat talud atau memasang bronjong. Semuanya tergantung keputusan Pemprov maupun Pempus, kami hanya menunggu aksi dari mereka guna menyelesaikan persoalan itu," katanya. 

Sebenarnya, kata Tahir, normalisasi sungai pernah dilakukan Tahun 2021 dan 2022.Tapi setelah itu, kondisi tanah yang begitu renggang, banjir datang langsung terjadi peristiwa tersebut.

"Makanya, kami minta para pengambil keputusan yang ada di provinsi dan pusat bisa mengambil langkah untuk membuat bronjong atau talud,” harapnya.

Diakhir pembicaraan, Tahir pun  mengimbau agar warga waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana, terlebih menjelang malam karena curah hujan sejak beberapa hari terakhir masih tinggi.

"Kami masih melakukan pengawasan serta pendataan di lokasi bencana dan kami tetap mendampingi serta membantu warga membersihkan rumahnya yang terkena dampak banjir, " kunci Tahir kepada media ini, Senin (10/7). (CAL) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai