Tidak Nyaman dengan Ketua DPD, Dua Ketua Orsap Hanura Maluku Mundur
Ketua Brigade Partai Hanura Maluku, Hasan Ilehelu. --istimewa.
FaizalLestaluhu
03 Sep 2024 09:26 WIT

Tidak Nyaman dengan Ketua DPD, Dua Ketua Orsap Hanura Maluku Mundur

AMBON,AT-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Maluku dibawa pimpinan Soleman Layn dinilai gagal, lantaran tidak mampu menjaga keutuhan seluruh kader di partai itu. Terutama organisasi sayap (Orsap) partai. 

Senin kemarin, dua pimpinan organisasi sayap, Brigade Hanura Maluku dan Laskar Muda (Lasmura) Hanura mundur dari jabatan mereka sebagai ketua karena tidak lagi nyaman dengan ketua DPD. 

Hasan Ilehelu Ketua Brigade Hanura Maluku mengatakan, Hanura dibawah kepemimpinan Soleman Layn berbeda dengan pimpinan sebelumnya, yang mampu bangun komunikasi semua kader termasuk organisasi sayap. 

Komunikasi yang tidak lagi baik jadi penyebab dirinya mundur, bukan karena ada unsur lainnya. Bahkan sebut dia, ketua Lasmura Hanura Maluku Basri Sastro pun ikut mundur. 

"Alasan saya mundur karena komunikasi tidak lagi harmonis dengan Plt. Ketua DPD Soleman Layn. Setiap kegiatan partai tidak pernah libatkan sayap partai. Misalnya munas kemarin, Brigade sebagai sayap Hanura tidak dilibatkan.Ketua Lasmura Basri Sastro juga ikut mundur," jelas Hasan ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Senin (02/09/2024) malam. 

Dijelaskan, brigade dibawah komandonya telah memberikan banyak kontribusi terhadap partai. Namun di kepemimpinan Soleman keharmonisan itu tidak lagi terbangun seperti sebelumnya. 

"Kita ini sudah berikan kontribusi kepada partai dengan kerja kolektif. Brigade Hanura Maluku telah hantarkan satu kursi di DPRD Maluku dapil Maluku Tengah. 
Prinsipnya alasan kami mundur, karena komunikasi ketua tidak baik lagi,"sebutnya. 

Hasan menyebut, beberapa kader potensial Hanura juga akan mundur dalam beberapa waktu ke depan. 

"Mungkin ke depan ada beberapa kader potensial Hanura ikut mundur juga. Karena persoalan komunikasi di dalam tidak bagus lagi. 
Bangun partai harus komunikasi dengan semua pengurus, bukan jalan sendiri,"tegas Ilehelu.

Menyinggung beredar informasi, pengundurannya karena tidak sependapat rekomendasi Hanura diberikan kepada pasangan Jefri Apoly Rahawarin-Mukti Keliobas. Sementara organisasi sayap ingin Hanura usung pasangan Hendrik Lewerissa Abdulah Vanath,  ia mengatakan itu tidak benar. 

"Kami mundur bukan karena tidak suka rekomendasi Hanura ke pasangan Jefri-Mukti atau ke siapa. 
Pilihan itu soal perorangan. Ini karena komunikasi internal tidak bagus saja," akuinya. 

Ditanya mundurnya dua ketua organisasi sayap Hanura apakah berpengaruh kepada kerja partai jelang pilkada. Ia mengatakan kemungkinan seperti itu. 

"Ya mungkin sedikit berpengaruh terhadap kerja partai terutama Brigade Hanura," akui Hasan

Pengurus Hanura Maluku lainnya yang enggan namanya disebutkan memastikan, kerja Partai untuk pilkada tetap berjalan baik, meski para pimpinan organisasi sayap memilih mundur karena persoalan komunikasi internal. 

Dikatakan, Hanura sejauh ini memiliki kekuatan pada bagian organisasi sayap untuk kerja kerja pemenangan.  Namun itu dilakukan secara kolektif bukan perorangan. 

"Kalau hari ini ketuanya saja yang mundur kan masih ada yang lain untuk bekerja. Prinsipnya kami sangat yakin akan bekerja pull untuk menangkan pilkada serentak 2024 termasuk Pilgub Maluku," ungkapnya. (Wahab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai