AMBON,AT-Entah apa yang ada di pikiran para Sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Ambon. Pasalnya, mereka belum memarkirkan kendaraan di dalam Terminal Mardika yang sudah kosong.
Padahal, pada 28 April 2025 lalu, dibawah komando Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, seluruh aktivitas pedagang di badan jalan, trotoar hingga terminal telah ditertibkan.
Hal ini sekaligus menjawab permintaan para sopir Angkot yang selama ini mengeluhkan tentang fungsi terminal dan badan yang digunakan pedagang sebagai arena berdagang sehingga menyebabkan kemacetan.
Namun mirisnya, para aopir Angkot tidak melakukan aktivitas di dalam terminal. Mereka lebih memilih menggunakan badan jalan sekitar Mardika hingga atas jembatan Pantai Losari untuk menurunkan dan mengangkut penumpang.
Salah satu sopir Angkot yang ditemui media ini, Minggu (4/5) kemarin mengatakan, sebagian besar sopir lebih memilih parkir di luar terminal meski di dalam terminal telah kosong.
"Tentu ini menjadi masalah baru. Kita yang parkir di dalam terminal hanya beberapa saja. Tapi sebagian besar di luar. Hal itu jelas saja menyebabkan kemacetan, apalagi di malam hari," ungkapnya.
Sopir ini mengatakan, aspirasi mereka telah diwujudkan oleh Wali Kota. Tapi kesadaran para sopir untuk memanfaatkan terminal sebagaimana mestinya masih sangat rendah.
"Selama ini kan kita minta untuk terminal dan badan jalan Mardika terbebas dari aktivitas pedagang, sekarang sudah dipenuhi malah teman-teman sopir parkir di luar terminal yang menyebabkan macet," ujarnya.
Untuk itu, dia meminta agar Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan (Dishub), agar lebih tegas dan intens melakukan pengawasan supaya Angkot tak lagi parkir di luar terminal apalagi di waktu malam.
"Kalau dibiarkan angkot parkir di luar terminal, maka masalah kemacetan tidak akan hilang. Sebab aktivitas di dalam terminal kosong, di luar ramai, makanya harus ditindak tegas. Apalagi malam itu yang sangat marak," tandasnya.
Kepala Dishub Kota Ambon, Yan Suitela yang dikonfirmasi mengaku, sejak awal penertiban di Terminal Mardika pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai hal tersebut.
"Sejak hari pertama proses penertiban UPTD Sarana-Prasarana Parkir Terminal langsung melakukan sosialisasi. Bahkan Angkot seperti Amahusu dan Latuhalat juga sudah didorong masuk terminal," tegasnya.
Bahkan dalam sosialisasi tersebut, kata Yan, pihaknya mengimbau kepada seluruh sopir Angkot untuk ke depan jangan ada yang melakukan aktivitas mengangkut dan menurunkan penumpang di luar terminal.
"Masyarakat juga kita himbau agar naik angkot di dalam terminal. Para sopir memang ada yang belum terbiasa, buktinya mereka masih ngetem di jembatan Losari, dan badan jalan depan BCA Mardika," ungkapnya.
Namun, pihaknya tidak tinggal diam melihat hal tersebut. Hingga tiga hari lalu, Dishub il Ambon sudah melakukan tindakan.
"Hasil laporan terakhir dari UPTD ada 41 Angkot yang kita tilang di tempat," tegasnya.
Menurut Yan, sopir angkot harus punya kesadaran terhadap upaya penertiban Mardika. Jika terminal dibiarkan kosong, akan memberikan peluang bagi pedagang untuk kembali menggunakan terminal sebagai tempat berdagang.
"Cuma memang banyak sopir yang masih bandel, dan akan kami tindak langsung nanti," tutupnya.(Nal)
Dapatkan sekarang