AMBON,AT-Kemacetan lalu lintas akibat pedagang yang menggunakan badan jalan sebagai arena berdagang, di Pasar Mardika Kota Ambon, sudah tak terlihat sejak dua hari terakhir. Hal ini setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, melakukan penertiban pada Rabu (25/9) pagi.
Meski mendapat penolakan dari pedagang, namun akhirnya penertiban tetap berhasil dilakukan. Tertibnya situasi di kawasan Mardika dalam dua hari terakhir ini, menjadi pemandangan yang sangat langkah. Hal itu pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Arman Kalean, Jumat (27/9) kemarin mengatakan, Pemprov dapat dikatakan berhasil dalam menyelesaikan persoalan penataan Pasar Mardika.
"Persmalasahan di Mardika selama ini, yakni kesemrawutan yang terjadi dimana jalan digunakan sebagai arena dagang, telah berhasil diselesaikan. Dan itu perlu mendapat apresiasi," jelasnya.
Di balik keberhasilan menata Mardika, Arman meminta agar Pemprov melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak cepat puas diri dan tetap meningkatkan pengawasan agar pedagang tidak ada lagi PKL yang berjualan di bahu jalan.
"Jangan terkesan seperti "panas-panas tahi ayamâ". Situasi sudah bagus, macet juga udah tidak ada, makanya harus dipertahankan terus dengan perketat pengawasan di area tersebut, " pintanya.
Ia pun meminta, agar Pj Gubernur Maluku Sadali Ie memberikan atensi khusus kepada persoalan kesemrawutan di Mardika, yang timbul akibat ulah dari para oknum - oknum tertentu.
"Pungli di Mardika harus menjadi atensi khusus untuk diselesaikan. Kemudian, petugas lapangan yang kedapatan bekerjasama dengan pedagang untuk menjalankan aktivitas di luar aturan, harus ditindak tegas," kuncinya meminta. (Nal)
Dapatkan sekarang