AMBON, AT.--Tekanan inflasi di Maluku sebagaimana yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku masih cukup tinggi. Begitu juga tingkat inflasi tercatat masih tinggi dari capaian inflasi nasional.
Berdasar rilis Kantor Perwakilan BI Maluku yang juga diterima media ini, kemarin menyebutkan, tingkat inflasi yang tinggi di Maluku terjadi pada bulan Agustus 2022. Dimana capaian inflasi ini lebih tinggi dari capaian nasional yang tercatat sebesar 4,69 persen year on year (yoy), sekaligus lebih tinggi dari sasaran inflasi nasional pada rentang 3,0 atau kurang lebih 1 persen (yoy).
Potensi masih tingginya tekanan inflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Ini kedepan akan menjadi perhatian serius Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)Maluku.
Di Kota Ambon bahkan Provinsi Maluku secara keseluruhan mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan sebesar 0,71 persen (year on year).
Capain tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 1,68 persen (year on year). Berbagai permintaan kebutuhan pokok masyarakat juga sangat mempengaruhi tingkat inflasi itu sendiri.
Seperti halnya yang terjadi pada bulan Agustus 2022, menurunnya tekanan inflasi Provinsi Maluku itu tidak terlepas dari penurunan harga komoditas perikanan seperti ikan layang dan ikan tongkol, serta penurunan yang terjadi di sektor perhubungan khususnya tarif angkutan udara. Untuk diketahui penurunan harga komoditas perikanan ini seiring dengan normalnya kembali pasokan ikan yang dipengaruhi oleh kondisi alam di perairan Maluku yang relatif membaik pada bulan Agustus 2022, setelah sebelumnya terjadi gangguan pasokan hasil laut akibat kondisi alam khususnya perairan seperti gelombang tinggi dan angin.
Sementara di sisi lain, terjadi penurunan inflasi lebih jauh tertahan oleh kenaikan harga yang terjadi pada komoditas hortikultura seperti kangkung, cabai rawit, bayam dan sawi hijau yang disebabkan oleh sepanjang bulan Agustus 2022 terjadi curah hujan yang tinggi.
Bank Indonesia Maluku sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian inflasi 2022,maka TPID Maluku terus melakukan dan memperkuat sinergitas 4 K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif yang semuanya telah dituangkan dalam roadmap (peta jalan) pengendalian inflasi 2022 -2024. Diantaranya melalui dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang mendorong implementasi urban farming komoditas hortikultura pendorong inflasi seperti cabai dan bawang di berbagai wilayah di Propinsi Maluku. (PRO)
Dapatkan sekarang