AMBON,AT.-Salah tokoh masyarakat Kei Prof. Dr. Zainuddin Notanubun mengapresiasi Polda Maluku dan Polres Tual yang telah berhasil mengamankan DF, pelaku utama pemicu bentrokan di Tual. Di sisi lain, kerja sama pihak keluarga untuk menyerahkan pelaku patut dicontohi agar penyelesaian konflik tidak berlarut-larut.
" Tentu dengan keberhasil kepolisian mengungkap pelaku utama pemicu bentrok itu, tentu sangat kita apreasiasi itu," kata Notanubun ketika dihubungi Ambon Ekspres, Senin (20/2).
Menurut Ketua Ikatan Yante Evav Maluku (ITANEM), oraganisasi masyarakat Kei itu, masalah yang terjadi di Kota Tual.
"Kita yang ada di tanah rantau ini, ingin agar masalah ini dituntaskan. Yang kita lihat pemicu masalah ini masalah pribadi sebenarnya. Jadi kalau dibiarkan dan tidak dituntaskan pasti suatu saat akan timbul lagi gejala-gejala atau gejolak yang kita tidak inginkan bersama," kata Notanubun.
Ia juga berharap pelaku yang sudah diamankan harus diberikan sanksi hukum secara tegas sesuai perbuatannya.
"Kita ingin diproses sesuai dengan hukum positif di negara kita ini, sehingga semua orang merasa puas dan sekalgus menjadi efek jera bagi masyarakat-masyarakat yang lain," ucapnya.
Notanubun menegaskan dan mengingatkan masyarakat agar masalah pribadi tidak diseret lagi melibatkan bahnyak orang bahkan kelompok. Olehnya persoalan seperti ini harus menjadi pelajaran dan perlu diantisipasi.
"Kalau ada sesuatu (masalah), ketidak cocokan antara indivu, pribadi dengan pribadi yang lain sesegamera mungkin baik mulai dari tokoh agama,tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan dan masyarakat segera mengantisipasi sampai dengan penegakan hukum oleh kepolisian sehingga tidak melebar ke mana-mana," pintanya.
Selain kepolisian, guru besar di FKIP Universitas Pattimura itu juga mengapresiasi pihak keluarga DF dan pelaku lainnya yang sudah dengan iklas bekerja sama dengan pihak kepolisian menyerahkan pelaku untuk diproses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Ini harus menjadi pelajaran karena merupakan satu hal yang positif dan kita memberikan apresiasi kepolisian dan keluarga yang sudah mengungkap pelaku utama itu. Mudah-mudahan teman-teman, adik-adik generasi muda kalau ada masalah pribadi diselesaikan secara pribadi. Jangan lagi membawa kelompok ataupun antar kampung dan melabar sampai pada SARA (suku, agama, rasa dan antargolongan," demikian Notanubun.
Kejar Pelaku Lain
Setelah penangkapan pelaku utama pemicu bentrok warga di Kota Tual, Polda Maluku masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku lain dibalik konflik yang melibatkan warga kompoleks Banda Eli dan Yarler awal Februari 2023 lalu.
"Masih kita kembangkan," kata Kapolres Tual, AKBP Prayudha Widiatmoko ketika ditanya soal kemungkinan adanya pelaku lainnya.
Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Maluku Kombes (Pol) Andri Iskandar dikonfirmasi terpisah mengatakan hasil pemeriksaan saat terhadap pelaku DF terkait motitnya, juga belum bisa memberikan penjelasan panjang lebar.
"Masih dalam pemeriksaan," kata Andri, singkat.
Pelaku Utama
Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polda Maluku dari Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditkrimum) dan Polres Tual akhirnya berhasil meringkus pelaku utama bentrok di Kota Tual tiga pekan lalu. Ia ditangkap setelah kepolisian berkoordinasi dengan keluarganya
Pelaku berinisial DF, pemicu bontrokan yang melibatkan warga kompleks Banda Eli dan Yarler, Kota Tual ditangkap di Ohoi (Desa) Bombay, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
"Sudah. Pelaku diamankan Jumat (17/2). Diamankan di Ohoi Bombay," ujar Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes (Pol) Andri Iskandar ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Minggu (19/2).
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Ambon menggunakan pesawat Lion Air. " Pelaku sudah kita bawa ke Ambon, dan tiba dari Tual siang tadi, (Minggu-red)," akui Andri
Kapolres Tual, AKBP Prayudha Widiatmoko yang dikonfirmasi terpisah memastikan DF merupakan pelaku utama pemicu bentrokan pada Kamis, 2 Februari 2023 lalu. DF yang memanah korban Abdul Rahman Muh Sanja Borut, 31 Januari 2023 lalu yang menyebabkan bentrokan warga kompleks Banda Eli dan Yarler itu.
" Iya, yang diduga sebagai penyebab konflik awal," kata Prayudha. (ERM)
Dapatkan sekarang