Polisi Belum Tangkap Pembunuh Nazira Tomu
Ilustrasi.
FaizalLestaluhu
09 Jan 2024 08:43 WIT

Polisi Belum Tangkap Pembunuh Nazira Tomu

AMBON,AT-Kepolisian Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease hingga kini belum berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap gadis belia berusia 18 tahun, Nazira Tomu. Meski begitu, kepoisian bertekad menyelesaikan kasus tersebut secara hukum. 

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Ambon, Ipda Janete Luhukay mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti motif dibalik dugaan pembunuhan Nazira Tomu.

"Masih dalam proses penyelidikan," ucap Luhukay ketika dihubungi media ini, via telepon, Senin (8/1).

Informasi yang diperoleh media ini, nama terduga pelaku telah beredar di masyarakat. Namun, Janete Luhukay menegaskan, polisi belum memastikan orang tersebut adalah pelaku dan menangkap yang bersangkutan.

"Pelaku juga belum. Intinya masih dalam penyelikan, mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi," katanya.

Sejauh ini, lanjut Luhukay, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kematian Nazira Tomu, gadis yang baru saja lulus dari bagku SMA tersebut.

"Saksi yang dimintai baru tiga orang itu (saksi pertama kali menemukan korban). Ibu korban juga berhalangan hadir dimintai keterangan karena mungkin masih berduka," tutup Janete.

Diberitakan sebelumnya,  Nazira Tomu (18), warga Batu Tagepe,  RT 06 RW 16 Lorong Putri, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon diduga korban pembunuhan. Nazira Tomu ditemukan tak bernyawa di hutan Air Besar (Arbes), Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (6/1/2024) sekira pukul 16.00 WIT. 

Mayat wanita ini ditemukan oleh tiga orang remaja, Julkifli Inta (14 tahun), Hailangga Mole (15 tahun), dan Samsul Sampuala (15 tahun) dalam pososi telentang di samping pos pemantau kehutanan. Saat itu, para saksi sedang menuju tempat pemandian Arbes. Kemudian singgah sebentar di pos Kehutanan untuk berfoto.

Ketiga saksi terkejut melihat sesosok perempuan yang sedang tidur. Setelah mendekat, mereka mencium bau busuk dan langsung terkejut ternyata perempuan tersebut sudah meninggal.

Kemudian para saksi turun ke tempat pemandian Arbes dan langsung melaporkan kepada warga untuk menghubungi Kanit Bimas Polsek Sirimau melalui telepon genggam.

Sekira pukul 18.10 WIT, personil Polsek Sirimau dipimpin Kapolsek, serta didampingi KSPK II tiba di lokasi kejadian (TKP) dan langsung mengamankan TKP serta memasang garis polisi. Pada pukul 19.30 WIT, Unit Identifikasi Polresta Ambon, tiba dan mengevakuasi mayat untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui.(Ely/Hab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai