Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Kini Jalan di Desa Hatu Terancam Putus
Jalan di Desa Hatu hampir putus akibat jebolnya tanggul penahan ombak--Faiz/Ambon Terkini
FaizalLestaluhu
07 May 2023 07:59 WIT

Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Kini Jalan di Desa Hatu Terancam Putus

AMBON, AT-Tanggul penahan ombak sepanjang 30 pantai  Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah bobol terkikis abrasi gelombang pantai. 

Akibatnya rumah warga desa sekitar dan badan jalan desa yang berada dekat pantai terancam putus terkikis air laut.

Ella, salah seorang warga desa setempat mengatakan, bobolnya tanggul karena tingginya gelombang pasang yang terjadi di bibir pantai sehingga terjadi abrasi.

"Terjadinya pengikisan bibir pantai selama ini terjadi setiap tahunnya. Kami khawatir selama sebulan terakhir abrasinya semakin parah, seperti yang sudah-sudah," katanya kepada Ambon Terkini, akhir pekan kemarin. 

Akibat abrasi, lanjut dia, tanggul di beberapa titik di desa itu menjadi jebol dan sebagian jalan yang menjadi akses utama antar desa hampir putus. 

"Lihat saja, jalan itu setengahnya sudah putus. Ini karena tanggulnya sudah jebol, " terang dia. 

Menurutnya, apabila persoalan ini tidak segera ditangani, maka pemukiman warga akan terus terancam. Untu itu, dirinya berharap Pemkab Maluku Tengah dapat segera membangun tanggul penahan gelombang, jika tidak maka air akan masuk ke rumah rumah warga dan jalan pun bisa putus karena abrasi. 

"Selama ini, warga desa hanya mampu membuat tanggul menggunakan karung pasir, tanggul tersebut jelas kebutuhannya untuk mencegah agar pasir di bibir pantai tidak terkikis terbawa angin saat badai. Dan ini jauh berbeda dengan tanggul penahan gelombang," beber dia. 

Memang, tutur Ella, tanggul penahan ombak sudah dibangun. Tapi, saat ombak, tanggul  itu hanyut terseret air laut karena terkikisnya bibir pantai akibat abrasi yang terjadi.

"Sebenarnya ancamannya dari abrasi ini bukan hanya dirasakan warga desa disini (Hati) , tapi juga desa-desa tatangga lainnya, " ucapnya. 

Menurutnya, meskipun jalan diperbaiki maka akan rusak lagi dan uang daerah terbuang percuma karena titik masalahnya ada pada tanggul yang jebol.

"Sepanjang tanggul tersebut belum diperbaiki, jalan tetap rawan. Jadi perbaiki dulu tanggulnyam, baru jalannya. Jika tidak, ini sama saja seperti kita memelihara masalah. Saya kira, pemerintah daerah harus memberikan perhatiannya untuk menyelesaikan persoalan ini, " kuncinya. (CAL) .

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai