Tak Punya Sertifikasi, Pelatih Dilarang Dampingi Atlet di PON Aceh-Sumut 
Albert Fenanlampir, Ketua Binpres PP KBI. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
23 Jun 2024 14:44 WIT

Tak Punya Sertifikasi, Pelatih Dilarang Dampingi Atlet di PON Aceh-Sumut 

Albert : Pelatih Maluku Masih Punya Kesempatan

AMBON,AT-Pengurus Pusat (PP) Kickboxing Indonesia menggelar pelatihan sertifikasi pelatih level madya tingkat nasional di Hotel NAM Center, Jakarta, akhir pekan kemarin. 

Kegiatan sertifikasi pelatih ini diikuti 45 peserta dari 21 daerah di Tanah Air. Menariknya,  PP KBI mampu mengiplementasikan program ini secara mandiri meski belum terdaftar dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Menurut Albert Fenanlampir, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Bimpres) PP KBI bahwa, pelatihan sertifikasi pelatih kickboxing ini digelar selama lima hari, yakni dimulai hari Jumat (21/6) dan akan berakhir di hari Selasa besok. 

"Ini merupakan program prioritas dari KBI karena memang seorang pelatih harus memiliki sertifikasi ketika ingin mendampingi atlet saat melakoni sebuah kejuaraan," ungkap Fenanlampir saat menghubungi Ambon Terkin. Id langsung dari arena kegiatan, Minggu (23/6). 

Fenanlampir yang juga sebagai pembicaraan dalam kegiatan itu menyatakan, dari semua perwakilan pelatih yang mengikuti pelatihan itu, hanya Maluku yang absen. Alasannya karena tim pelatih kickboxing Maluku sementara fokus untuk Pelatda PON kemudian anggaran Pemprov minim.

"Harusnya setiap daerah bisa mengirimkan perwakilannya, termasuk Maluku. Namun, karena kondisinya seperti itu (minim anggaran), jadi mereka belum bisa mengirim perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut, " beber dia. 

Meski begitu, PP KBI akan kembali menggelar kegiatan  yang sama di akhir Juli nanti dan jika Maluku tidak mengirimkan perwakilan pelatih, maka dilarang mendampingi atlet saat bertarung di PON Aceh-Sumut nanti. 

"Pelatih harus punya sertifikasi, jika tidak ia tidak bisa mendampingi anak asuhannya saat tampil di PON 2024. Jadi, Maluku masih punya kesempatan dan ini juga salah satu PR buat KONI Maluku untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi setiap Pengprov, termasuk KBI Maluku saat ini, " ucapnya. 

Lebih jauh dilakukan, program yang sementara dilakukan ini adalah pelatihan pelatih kickboxing untuk sertifikasi pelatih madya. Artinya, kalau seorang pelatih tidak memiliki sertifikasi itu (madya), maka jangan mimpi untuk mendampingi atlet di setiap kejuaraan nasional. 

"Jadi sertifikasi pelatih kickboxing itu tahapannya dimulai dari pelatih dasar, pelatih  madya dan pelatih lanjutan. Untuk PON, minimal pelatih harus memiliki sertifikasi pelatih madya," tegasnya. 

Albert Fenanlampir saat menularkan ilmu kepelatihan kepada puluhan calon pelatih kickboxing tingkat madya di Jakarta, kemarin. --Istimewa. 

Lebih jauh dijelaskan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) keolahragaan memang telah tertuang dalam Undang-Undang Olahraga No 11 tahun 2022, Perpres No 86 tahun 2021 tentang DBON, dan Permenpora No 16 Tahun 2023 Tentang Standarisasi Pelatih Olahraga.

"Pihaknya akan terus berupaya sehingga cabang olahraga yang belum masuk dalam DBON akan mendapat perhatian yang sama dari pemerintah, khususnya cabang olahraga kickboxing karena potensi kickboxing ini sangat luar biasa, untuk terus dibina dan dikembangkan di masyarakat dari berbagai entitas, mulai dari usia dini, pelajar, mahasiswa, dan umum. Dan saya meyakini dengan pembinaan pararel bagi atlet, wasit juri dan pelatih seperti ini, kickboxing Indonesia ke depan menjadi tren anak muda dan bisa berprestasi baik pada single event Internasional maupun dan multi event Internasional," demikian Fenanlampir. 

Sebelumnya, Alia Noorayu Laksono, Staf Khusus Menpora, Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional  saat membuka kegiatan itu menuturkan, pelatihan pelatih seprti ini sangat penting  karena hal itu bertujuan meningkatkan kualitas olahraga itu sendiri dan atlet yang terjun di dalamnya.

Menurutnya, sertifikasi ini mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan peningkatan kapasitas serta kualitas para pelatih. Hal tersebut nantinya akan bermuara pada capaian sebuah prestasi cabang olahraga kickboxing.

“Cabor kickboxing merupkan salah satu cabang olahraga yang fokus untuk terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia, khususnya pada tenaga keolahragaan,” jelasnya. 

Alia juga mendorong, kickboxing untuk bisa unjuk gigi dalam setiap kompetisi yang diikuti.

“Potensi Kickboxing ini sangat luar biasa untuk terus dibina dan dikembangkan ditengah-tengah masyarakat,” sebutnya. 

Oleh karenanya, kata dia,  dengan pembinaan atlet dan peningkatan kapasitas pelatih, kickboxing Indonesia mampu bersaing ketat dilevel internasional.

“Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia atau PP KBI tengah menyongsong dan mempersiapkan perhelatan akbar olahraga nasional yaitu PON 2024 di Aceh dan Sumut. Saya berpesan junjung tinggi sportifitas, fair play dan persahabatan,”  jelasnya. 

Alia juga memuji kegiatan sertifikasi Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) yang diikuti 45 peserta dari 21 daerah dan juga mengapresiasi PP KBI yang mampu menggelar kegiatan ini secara mandiri. 

"Yang pasti, sertifikasi pelatih ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sehingga bisa mencetak lebih banyak atlek kickboxing berprestasi di berbagai level kompetisi, " kunci Alia. (CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai