AMBON,AT–Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yakesma Maluku bersama Bank Indonesia sukses menyelenggarakan acara Temu Pengusaha, _Kasbae Negeri_, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan dan merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku agar siap menghadapi era digital. Acara yang digelar di Ball room Grand Avira ini mengusung tema “terus berbagi dan memberi arti” dan dihadiri oleh ratusan pengusaha lokal dari kota Ambon.
Dalam acara ini, para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait Digitalisasi sistem keuangan, Serifikasi Halal dan Cerdas keuangan di era distrupsi. Bank Syariah Indonesia, sebagai bagian perbankan, turut memaparkan berbagai program pendukung digitalisasi UMKM, seperti penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pelatihan literasi keuangan.
Ketua LAZ Yakesma Maluku, Zulkifli Farojai, dalam penyampaiannnya menyatakan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Maluku.
“Dengan digitalisasi, sertifikasi halal UMKM kita tidak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar nasional dan internasional,” ungkapnya di Ambon, Sabtu (30/11).
Sementara itu, salah pemateri pak Jauhar Sahulatu dari perwakilan kemenag provinsi Maluku, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pelaku UMKM.
“Kami percaya bahwa sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan komunitas lokal dapat menjadi motor penggerak transformasi digital bagi UMKM di Maluku,” ujarnya.
Acara ini juga diisi juga dengan sesi _sharing_ antar pengusaha senior dan pengusaha muda, salah satunya adalah Syahid, seorang pengusaha bidang pengobatan herbal asal Ambon menyampaikan kesannya atas kegiatan ini.
“Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini, terutama dalam memasarkan produk saya secara online,” katanya.
Dengan adanya acara Temu Pengusaha _Kasbae Negeri_, diharapkan UMKM di Maluku semakin siap menghadapi tantangan era digital dan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (PRO)
Dapatkan sekarang