Soulisa : Muhammadiyah dan Aisyiyah Banyak Berikan Sumbangsi untuk NKRI
Asisten II Sekda Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Banda saat membuka kegiatan Musyawarah II Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Buru Selatan yang dipusatkan di Aula Serbaguna, kemarin. --Edy/Ameks
FaizalLestaluhu
23 May 2023 20:30 WIT

Soulisa : Muhammadiyah dan Aisyiyah Banyak Berikan Sumbangsi untuk NKRI

NAMROLE,AT- Organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah organisasi keagamaan yang telah memgerikan sumbangsi yang sangat besar bagi perkembangan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKR). 
Bahkan Muhammadiyah merupakan salah satu organsiasi yang memiliki aset terbanyak, yang tercermin pada amal usaha, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial. Hal ini disampaikan Safitri Malik Soulisa, Bupati Kabupaten Buru Selatan dalam sambutannya  yang dibacakan Asisten II Sekertaris Daerah (Sekda), Ibarhim Banda saat membuka kegiatan Musyawarah ke-II Muhammadiyah dan Aisyiyah  Buru Selatan yang berpusat di Aula Gedung Serbaguna Buru Selatan, kemarin.

Lanjut dia, organisasi ini telah menorehkan sejarah bagi perkembangan peradaban umat manusia di Indonesia bahkan di dunia. Apalagi usianya sudah mencapai 111 tahun.

“Karya besar Muhammadiyah kepada negara telah direkam oleh pemerintah, termasuk peran besar Muhammadiyah dalam penangnan Coviod-19 melalui pemanfaatan fasilitas  kesehatan berupa klinik dan rumah sakit  dengan segala dukungan infrastrukturnya,” beberapa dia. 

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui pendidikan, kata Soulisa, Muhamadiyah telah mendirikan puluhan ribu lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, Tsanawiyah, SMA/Aliyah termasuk 172  perguruan tinggi  yang tersebar diseluruh Indonesia , bahkan sudah melintasi negara.

“Muhammadiyah juga sudah mendirikan pesantern lebih dari 400 bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia, ” rincinya.

Tak hanya itu , kata dia, dibidang sosial, Muhammadiyah juga telah mendirikan ratusan panti asuhan serta berbagai lembaga  dalam rangka berbagi antar sesam umat demi  dan atas nama kemanusian.

“Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan yang berwatak modern dan reformis diabad ke II  menjadi tanggungjawab warga persyarikatan terutama pimpinan pada semua tingkatan lini organsiasi,” ujarnya. 

Soulisa berharap, Muahammadiyah dan Aisyiyah yang merupakan organsiasi keagamaan dapat menjadi perekat dari keberagaman etnis dan suku bangsa yang ada di Indonesia, tak terkecuali di  Buru Selatan.

"Muhammadiyah dan Aisyiyah harus terus berinovasi, berkontribusi  bagi kelangsungan pembangunan  bangsa serta peradaban manusia dan yang utama adalah  pembangunan dan peradaban dibumi Lolik Lalen Fedak Fena,” katanya menutup pembicaraan. 

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Sekda Buru Selatan, Ruslan Makatita,  Asisten III Hamis Souwakil, Ketua DPRD, Muhajir Bahta, unsur TNI/Polri serta  Sekertaris Muhammadiyah Maluku,Abdullah Marasabessy. (ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai