NAMROLE,AT- Organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah organisasi keagamaan yang telah memgerikan sumbangsi yang sangat besar bagi perkembangan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKR).
Bahkan Muhammadiyah merupakan salah satu organsiasi yang memiliki aset terbanyak, yang tercermin pada amal usaha, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial. Hal ini disampaikan Safitri Malik Soulisa, Bupati Kabupaten Buru Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekertaris Daerah (Sekda), Ibarhim Banda saat membuka kegiatan Musyawarah ke-II Muhammadiyah dan Aisyiyah Buru Selatan yang berpusat di Aula Gedung Serbaguna Buru Selatan, kemarin.
Lanjut dia, organisasi ini telah menorehkan sejarah bagi perkembangan peradaban umat manusia di Indonesia bahkan di dunia. Apalagi usianya sudah mencapai 111 tahun.
“Karya besar Muhammadiyah kepada negara telah direkam oleh pemerintah, termasuk peran besar Muhammadiyah dalam penangnan Coviod-19 melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan berupa klinik dan rumah sakit dengan segala dukungan infrastrukturnya,” beberapa dia.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui pendidikan, kata Soulisa, Muhamadiyah telah mendirikan puluhan ribu lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, Tsanawiyah, SMA/Aliyah termasuk 172 perguruan tinggi yang tersebar diseluruh Indonesia , bahkan sudah melintasi negara.
“Muhammadiyah juga sudah mendirikan pesantern lebih dari 400 bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia, ” rincinya.
Tak hanya itu , kata dia, dibidang sosial, Muhammadiyah juga telah mendirikan ratusan panti asuhan serta berbagai lembaga dalam rangka berbagi antar sesam umat demi dan atas nama kemanusian.
“Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan yang berwatak modern dan reformis diabad ke II menjadi tanggungjawab warga persyarikatan terutama pimpinan pada semua tingkatan lini organsiasi,” ujarnya.
Soulisa berharap, Muahammadiyah dan Aisyiyah yang merupakan organsiasi keagamaan dapat menjadi perekat dari keberagaman etnis dan suku bangsa yang ada di Indonesia, tak terkecuali di Buru Selatan.
"Muhammadiyah dan Aisyiyah harus terus berinovasi, berkontribusi bagi kelangsungan pembangunan bangsa serta peradaban manusia dan yang utama adalah pembangunan dan peradaban dibumi Lolik Lalen Fedak Fena,” katanya menutup pembicaraan.
Hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Sekda Buru Selatan, Ruslan Makatita, Asisten III Hamis Souwakil, Ketua DPRD, Muhajir Bahta, unsur TNI/Polri serta Sekertaris Muhammadiyah Maluku,Abdullah Marasabessy. (ESI)
Dapatkan sekarang