AMBON,AT-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Ambon menggelar Job Fair sebagai langkah strategis memperkenalkan seluruh siswa yang siap bekerja atau praktik di dunia usaha dan industri.
Kegiatan yang bertajuk, “Siap Berkarya, Menuju Masa Depan Gemilang” ini, berlangsung selama dua hari, di Lapangan SMK Negeri 6 Ambon, Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Selasa (10/12).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang diwakili oleh Pengawas Pembina, Lantara Habir, yang ditandai dengan pelepasan balon gas.
Turut hadir Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Drs. Eduard Luturmas, M.Si, para staf pengajar, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon, Balai Pelatihan Vokasi BPFP Provinsi Maluku, Siswa SMK Negeri 6 Ambon, Alumni, Para Perwakilan dari Dunia Usaha Dunia Industri serta pimpinan perguruan tinggi di Ambon yang telah bekerja sama dengan SMK Negeri 6 Ambon.
Sebanyak 10 mitra industri dan perguruan tinggi ambil bagian dalam acara ini, di antaranya PT. Santos Jaya Abadi, Indomaret, Hypermart ACC, PT. Hajrat Abadi, Robinson, Yamaha, Ramayana, Indogrosir, Alfamidi, Universitas Pattimura, Universitas Terbuka Ambon, dan Politeknik Negeri Ambon.
Job Fair ini, bertujuan untuk mempertemukan tenaga kerja dengan dunia usaha, memberikan wawasan kepada siswa mengenai dunia kerja, serta memfasilitasi informasi terkait peluang pendidikan lanjutan di perguruan tinggi.
Pada pelaksanaan job fair ini, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK Negeri 6 Ambon dengan berbagai instansi mitra, serta sosialisasi dari perguruan tinggi.
Kegiatan ini merupakan implementasi program pemerintah pusat yang bertujuan mewujudkan keselarasan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. SMK Negeri 6 Ambon sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan terus mendorong peningkatan kualitas lulusan melalui program link and match.
Dalam sambutannya, Lantara Habir menegaskan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran.
“Pendidikan vokasi menjadi jawaban untuk memastikan lulusan siap bekerja di berbagai bidang, sesuai dengan kompetensi mereka. Job Fair ini adalah arena interaktif yang membuka peluang bagi siswa dan alumni untuk menjelajahi dunia kerja,” katanya.
Menurutnya, sumber Pembiayaan dan dukungan kegiatan ini didanai oleh bantuan pemerintah pusat melalui program SMK Pusat Keunggulan, serta didukung oleh komite sekolah. Dengan langkah ini, SMK Negeri 6 Ambon diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, terserap di dunia kerja, dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 6 Ambon Drs. Eduard Luturmas, M.Si, mengapresiasi, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, pengawas pembina, dunia usaha, dunia industri, serta alumni. Ia mengingatkan bahwa kesempatan sebagai SMK Pusat Keunggulan merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu juga, dirinya menegaskan, pentingnya penguatan pendidikan vokasi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional.
“SMK tidak mungkin terlepas dari dunia usaha dan dunia industri. Tanpa kemitraan, SMK tidak dapat mencetak lulusan yang kompeten,” paparnya.
Ia, juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dengan kebutuhan industri sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Dirinya, menekankan bahwa lulusan SMK memiliki tiga orientasi utama yang dikenal dengan istilah BMW, Bekerja, Melanjutkan Studi, dan Wirausaha.
"Peluang lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi kedinasan, semakin terbuka lebar. Kami sudah mengusulkan agar perguruan tinggi kedinasan seperti STPDN membuka ruang bagi lulusan SMK, terutama untuk bidang-bidang tertentu seperti teknologi informasi, multimedia, akuntansi, dan kesehatan,” ungkapnya.
Dijelaskan, sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK Negeri 6 Ambon telah menunjukkan berbagai prestasi. Salah satunya adalah pengiriman 10 lulusan program keahlian asisten keperawatan dan pekerjaan sosial untuk mengikuti program penguatan kompetensi di Bali. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi magang di Jepang pada tahun mendatang.
“Tidak semua SMK mendapatkan kesempatan ini. Kita harus bersyukur dan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi,” tegasnya.
Melalui kegiatan Job Fair ini, imbuh dia, siswa diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan mitra dunia usaha dan industri yang hadir, serta menggali informasi terkait peluang kerja maupun studi lanjut. SMK Negeri 6 Ambon juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan sejumlah mitra strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMK Negeri 6 Ambon dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan global. Dengan slogan SMK Bisa, SMK Hebat, sekolah ini terus berupaya menguatkan kolaborasi demi kemajuan pendidikan vokasi yang berkontribusi pada penguatan ekonomi dan daya saing bangsa," pungkasnya. (Leo)
Dapatkan sekarang