AMBON, AT.--Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 15 Seram Bagian Barat (SBB) sebagai sekolah penggerak sejauh ini telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa mandiri.
Kepala SMA Negeri 15 SBB, Ahmad Wakano, S.Pd saat dihubungi kemarin, menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya itu selain telah menerapkan Kurikulum Merdeka, juga menggunakan kurikulum lain diantaranya Kurikulum K-13, Kurikulum Kewirausahaan, Kurikulum Risert, dan Kurikulum Adiwiyata.
Kaitanya dengan Kurikulum Adiwiyata, lanjutnya, sudah diterapkan sejak tahun 2018. Dimana siswa diajarkan untuk bisa mandiri dalam mengelola lingkungan sekolah dengan membuat perkebunan-perkebunan di halaman belakang sekolah. Penerapannya, siswa diajarkan bagaimana cara bercocok tanam yang baik dengan hasil panen yang maksimal.
Dan untuk proses pemeliharaan atau perawatan kebun, siswa dibuatkan daftar secara bergiliran hingga tiba masa panen.
Ada sejumlah jenis tanaman sayuran dikembangkan dalam kegiatan kewirausahaan tersebut. Dan hasilnya, Selasa kemarin, (13/12), telah dilakukan kegiatan panen. Jenis tanaman yang dipanen kemarin yakni jenis kangkung cabut.
Hasil panen, kemudian dipasarkan di masyarakat sekitar. Proses pemasaran ini juga bertujuan mengasah siswa dapat berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat, dan mengetahui perkembangan ekonomi masyarakat sekitar.
SMA Negeri 15 SBB yang berlokasi di Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB saat ini sudah berpredikat Sekolah Penggerak. Sekolah ini sekarang memiliki siswa sekira 207 orang dengan tenaga guru 32 orang terdiri dari 19 orang PNS, 12 tenaga honor, dan 1 orang PPPK. (SITI HAIL WAKANO S.Pd/PRO)
Dapatkan sekarang