AMBON, AT.-Sebagai salah satu sekolah penggerak, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Ambon menggelar Lokakarya dan pameran hasil karya ProJek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5. Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah ini berlangsung Sabtu lalu, (10/12).
Kegiatan ini dibuka resmi Pembina dan Pengawas SMA Negeri 13 Ambon, Elfis Kolelsy, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Kolelsy mengatakan, visi P5 secara langsung terkoneksi dengan visi misi pendidikan Indonesia untuk menjadikan pelajar Indonesia memiliki kompoten berkarakter dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dijelaskan, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini sudah dilakukan pergantian kurikulum 13 kali, dan sekarang diterapkan Kurikulum Merdeka menggantikan K-13. “Dan kaitan dengan K-13 maka ada yang disebut dengan P5,” jelasnya.
P5 jelas Kolelsy, memiliki visi untuk menciptakan Pelajar Pancasila yang berakhlak dan bermoral, serta sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Sebelumnya, Kepsek SMAN 13 Ambon, Didi Karsidi menyampaikan diskripsi lewat program Projek P5 di sekolah yang dipimpinnya itu merupakan sekolah pengerak bersama SMA Negeri 2 Ambon, SMA Kristen Passo, dan SMA AL Hilal Ambon.
“Empat sekolah ini bersinergi dan kompak selalu untuk sering diskusi tetapi bukan untuk semuanya sama, tapi masing-masing punya ciri sendiri dalam mengembangkan sekolah pengerak,” terangnya.
Khusus SMAN 13 Ambon, lanjut Karsidi, pilihan tema projek untuk ditentukan berbasis pada isu-isu atau permasalahan yang ada di sekitar siswa dan bisa dilaksanakan dan bermanfaat.
Jadi tema yang diambil di semester ini, lanjutnya, adalah Kebhinekaan dan Kewirausahaan. “Mengapa kebhinekaan, karena di sekolah ini penuh dengan kekayaan budaya tradisional. Banyak komunitas adat yang datang dari berbagai daerah sehingga harus di kelola dengan baik untuk menjadi kekuatan dalam pelayanan pembelajaran projek bertema kebhinekaan,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjutnya, dari berbagai adat-istiadat dan keyakinan siswa-siswi di SMA Negeri 13 Ambon hingga saat ini tidak ada gesekan ditengah-tengah kemajemukan.
Sementara tema Kewirausahaan lanjut Karsidi, dilakukan lewat kerajinan dan hasil karya yang dikembangkan siswa itu sendiri, berupa furniture dengan bahan dasar galon Agua bekas.
“Pameran yang dilakukan tujuannya mengapresiasi hasil karya siswa untuk dapat bermanfaat bagi orang lain dengan pameran ini kita datangkan feedback,” tuturnya. (Yolanda Koda/PRO)
Dapatkan sekarang