AMBON, AT.- Harga beras di Pasar Mardika, Ambon, terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena dinilai semakin memberatkan.
La Ini (30), pedagang sembako asal Bau-Bau yang sudah empat tahun berjualan di pasar tersebut, mengaku harga beras naik cukup drastis. Meski begitu, distribusi beras dari luar daerah masih berjalan normal.
"Perubahannya cukup tinggi, terutama beras. Tapi sejauh ini, pasokan dari Surabaya masih lancar," kata La Ini saat ditemui di lapaknya, Selasa (5/8/2025).
La Ini menjelaskan, sejauh ini belum mengalami kerugian karena barang sembako jarang mengalami kerusakan. Namun, pedagang tetap harus cermat dalam mengatur stok agar tidak rugi.
"Kalau tanggal muda, pembeli biasanya beli sampai satu karung. Tapi kalau tanggal tua, paling satu atau dua kilo saja," ujarnya.
Hal senada disampaikan Anse Tuhuleru (35), warga Hatiwe Besar yang hampir setiap hari berbelanja di Pasar Mardika. Ia menyebut harga beras sekarang sudah mencapai Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram.
"Kalau kita orang kecil yang tidak punya uang, susah sekali. Harapan saya, pemerintah bisa turunkan harga bahan-bahan pokok," ungkap Anse.
Selain beras, harga kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula, dan telur juga fluktuatif. Pedagang menyebut hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah yang mereka terima secara langsung di lapangan.
Dapatkan sekarang