Sidak Pasar Jelang Puasa, Selsily Pastikan Bapok Aman dan Stabil
Gerson Selsily, Wabup Bursel saat sidak di salah satu pasar di Kota Namrole. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
07 Mar 2024 09:49 WIT

Sidak Pasar Jelang Puasa, Selsily Pastikan Bapok Aman dan Stabil

NAMROLE,AT-Wakil Bupati (Wabup) Buru Selatan (Bursel),Gerson Elieser Selsily memastikan  stok bahan pokok (Bapok) masyarakat di sejumlah pasar dalam wilayah  Kota Namrole ibukota menjelang puasa hingga Idul Fitri 1445 Hijriah tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman. Hal ini disampaikan Wabup saat melakukan Inspeksi Mendadag  ( Sudah) di  pasar Modern Kait Wait maupun pasar Koperasi Barasehe, kemarin. 

"Jadi, kunjungan ke pasar ini untuk memastikan  ketersediaan  bahan pokok  lmenghadapi puasa sampai  Idul Fitri harus  tersedia dan harga kebutuhan Bapok  terjangkau,"ungkapnya.

Selsily mengaku, berdasarkan hasil percakapan yang dibangun bersama pedagang maupun distributor,    ada sedikit kendala terkait bahan pokok seperti Beras dan Gula. Namun  kendala ini akan segera teratasi karena dalam beberapa hari ke depan kapal Tol Laut akan   masuk di Bursel  yang mengangkut semua Bapok. 

"Dalam satu dua hari ini kapal Tol Laut akan masuk. Semua stok sembako stabil dan aman. Bakan informasi yang kami terima dari pedagang dan   ldistributor maupun  bahwa stok bahan pokok itu tetap tersedia sampai dengan hari raya dan semuanya lengkap," ujarnya

Untuk komoditi cabai, kata Selsily, ketersediannya sedikit berkurang.  Hal ini diakibatkan karena  pedagang dari Unit (Kabupaten Buru) yang turun  langsung ke petani cabai di Desa Waetawa dan Waelikut  untuk membeli  cabai, sehingga stok yang masuk ke pasar Namrole menjadi sedikit dan berpengaruh kepada harga  cabai di Pasar Namrole.

"Kami sudah siap mengantisipasi hal itu. Karena bukan saja cabai didatangkan dari Waetawa dan   Waelikut , tapi  ada juga dari  Waefusi dan di daerah-daerah lain juga yang disiapkan untuk masuk ke Pasar Namrole sehingga stoknya aman bagi masyarakat," sebutnya.

Sementara untuk beras yang alami lonjakan harga, tutur Selsily, dalam waktu dekat akan normal. Karena ada pasokan beras yang dalam waktu dekat masuk dengan kapal Tol Laut.

"Saat ini selisih harga hanya Rp 1000,00. Kalau beras yang dipasok dengan Tol Laut sudah masuk, maka berasnya akan melimpah dan harganya akan turun dan normal lagi.  Distributornya sudah kami komunikasikan," tandasnya.

Dalam Sidak di Pasar, Wabup ditemani sejumlah kepala dinas, sekretaris dinas dan sejumlah Sat Pol PP.

Sebelumnya pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan,  Dominggus  Seleky mengatakan, ketersediaan kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) masyarakat jelang pelaksanaan Bulan Suci Ramadan yang akan berlangsung 10 Mret 2024 mendatang stoknya aman dan tersedia dalam jumlah yang cukup. 

“Untuk stok kebutuhan pokok masyarakat jelang Bulan Puasa, saya kira tidak ada masalah. Semuanya tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman,”ujar Seleky. 

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersebut serta harga-harga di pasaran, Seleky mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan semua stok kebutuhan masyarakat termasuk masalah harga. Langkah ini dilakukan untuk mengantsipasi bila ada kebutuhan masyarakat yang harganya melambung dari harga enceran tertinggi  (HET) yang ditetapkan oleh pemerintan . 

“Saya akan turunkan tim untuk melakukan  pengecekan di lapangan. Karena dari data lapangan, kita bisa mengambil langkah- langkah  yang diperlukan ,”janjinya.

Seleky mengaku, lancarnya transportasi   dari dan ke Buru Selatan, sangat berpengaruh dalam mendukung  stok kebutuhan pokok  masyarakat di Kota Namrole ibukota Kabupaten Buru Selatan. Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung  beberapa waktu belakangan ini juga  ikut membantu dalam mendistribusi berbagai kebutuhan masyarakat baik itu  dari Kota Ambon maupun dari Kota Namlea. 

“Saat ini kondisi cuaca sangat bersahabat sehingga tranportasi  baik laut, darat dalam menunjang distribusi kebutuhan masyarakat terutama Sembako  juga berjalan dengan lancar,” sebutnya.

Mantan kepala Bidang Anggaran  pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ini berjanji, akan memantau terus ketersedian kebutuhan pokok masyarakat   menjelang pelaksanaan bulan puasa maupun jelang perayaan  Idul Fitri 10 April 2024 mendatang.

“Karena ini momentum dimana terjadi peningkatan pembelian kebutuhan pokok masyarakat sehingga perlu  antisipasi ketersediaanya,  untuk masyarakat yang ada di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena ini,” pungkasnya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai