AMBON,AT-Sempat dilaporkan hilang, dua nelayan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Kabupaten Kepulaun Aru berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat.
Korban bernama, Udin (54), warga Fatmite, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel. Sedangkan, di Kabupaten Kepulauan Aru, korban bernama Fransiskus Alatubir. Kedua nelayan ini dievakuasi dalam kondisi selamat.
Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Handoyo Santoso menjelaskan, personil KP.XVI-2002 Ditpolairud Polda Maluku yang bertugas Pos Sandar Namrole, awalnya mendapat laporan ada terjadi kecelakaan laut.
Setelah mendapat informasi itu, kata Handoyo, personil Polairud dan unsur lainnya langsung menindaklanjuti lakukan operasi SAR. Hasilnya, korban Udin di temukan dalam kondisi selamat.
Handoyo menjelaskan kronologis kejadiaan yang dialami Udin. Awalnya, Senin (12/6), Udin, sekitar pukul 04:36 WIT berangkat dari Desa Labuang menuju rompong milik korban kurang lebih 4 mil dari Desa Namrole, untuk menangkap ikan menggunakan Longboat miliknya.
" Saat sandar di rompong, tiba-tiba terjadi angin kencang dan ombak tinggi di lokasi rompong. Sehingga mengakibatkan longboat (bodi) ditumpangi korban terbalik," jelas Handoyo.
Korban berusaha menyelamatkan dirinya naik ke atas rompong. Dia berusaha menghubungi Komandan Pos Polairud Namrole Bripka Muhammad Tamatayo via saluran tetephone, untuk melaporkan kejadian yang dialami.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, sekira jam 08.05 WIT anggota kita dari menuju TKP (lokasi kejadia), namun saat dalam Perjalanan terjadi cuaca buruk disertai Gelombang tinggi sehingga anggota kita kembali ke pangkalan," jelas Handoyo, lagi.
Upaya penyelamatan dilakukan dengan menggunakan Kapal Tradisional Nelayan.
" Dan tadi (Senin) sekira jam 11.05 WIT korban (Udin) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," ujarnya.
Handoyo, juga menyampaikan, sehari sebelumnya, Minggu (11/6), personil KP.XVI-3002 Ditpolairud Polda Maluku dan Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Aru juga berhasil menyelamatkan seorang nelayan yang sempat dikabarkan hilang di perairan barat laut Arafura.
" Ada juga di Aru, korban bernama Fransiskus Alatubir," kata Handoyo.
Laporan hilangnya, Fransiskus disampaikan Ka Unit Siaga Basarnas Dobo, Renhard Lopies. Informasi disampaikan kepada personil KP.XVI-3002 via pesan whatsapp.
Informasinya, Fransiskus hilang kontak di terima pihaknya, Sabtu (10/6) sekitar pukul 15 00 WIT. Korban pergi melaut menggunakan longboad berwarna.
"Informasi diterima, Jumat (9/6) pagi sekira pukul 09.00 WIT, korban pergi melaut dan rencana akan kembali Sabtu namun sampai Minggu korban belum kembali," jelas Hanyo, lagi.
Keluarga korban, kemudian melaporkan hilangnya korban kepada Ka Unit Siaga Basarnas Dobo dan memohon bantuan pencarian terhadap korban.
Keterangan korban kepada keluarga, via saluran telephone sebelum hilang kontak, posisi terakhirnya berada sekitar 16 mil dari pesisir pantai Dusun Kota Lama, Desa Wokam, klKecamatan PP Aru.
Tindaklanjutnya, kata Handoyo, anggotanya dan Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Aru dengan menggunakan armada KM Karawai, langsung menuju ke lokasi terakhir hilang kontak antara korban dan keluarganya dengan jaraknya kurang lebih 19 NM, ke Arah Barat laut Arafura.
"Hasilnya, tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan terapung dan selamat diatas longboatnya, selanjutnya korban dievakuasi ke pelabuhan Yos Sudarso Aru," demikian Handoyo.(ERM).
Dapatkan sekarang