Selsily : Gereja Sebagai Tempat Perjumpaan Tuhan dengan Umatnya
Penekanan tombol yang dilukan oleh Wakil Ketua I MPH Sinode Pdt Leny Bakarbessy, Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily dan Ketua Klasis Buru Selatan Pdt Seles Hukunala sebagai pertanda diresmikannya Gedung Gereja Opo Baherek Jemaat GPM Mepa, Klasis Buru Selatan,kemarin--Edy/Ameks
FaizalLestaluhu
19 Apr 2023 09:03 WIT

Selsily : Gereja Sebagai Tempat Perjumpaan Tuhan dengan Umatnya

NAMROLE,AT-Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily meminta seluruh umat kristiani terutama yang ada di jemaat GPM Mepa untuk menjadikan Gedung Gereja Opo Baherek sebagai tempat perjumpaan Tuhan dengan umatnya.

Bukan hanya itu, gedung Gereja yang baru selesai dibangun itu juga harus digunakan sebagai tempat untuk mensyukuri kasih karunia Tuhan dan menerima berita sukacita tentang kebenaran dan keslamatan hidup. Hal tersebut  disampaikan Selsily dalam sambutannya saat menghadiri peresmian Gedung Gereja Opo Baherek Jemaat GPM Mepa sekaligus pembukaan sidang ke 59  Klasis Buru Selatan yang berlangsung, kemarin.

Orang nomor dua di kabupaten berjuluk Lolok Lalen Fedak Fena itu, menjelaskan, dalam Matius 5:16, Hendaklah Terangmu bercahaya didepan  orang sehingga mereka  dapat melihat perbuatanmu yang baik .

"Ayat tersebut mengajak kita semua bagaimana orang tidak saja mendengar apa yang kita katakan, tetapi lebih dari pada itu orang dapat melihat apa yang kita lakukan,"ungkapnya.

Sebagai orang percaya oleh kemurahan Tuhan, kata dia, hari ini ditengah suasana kekeluargaan kita dipersatukan dalam gedung Gereja Mepa lewat momen peresmian Gedung Gereja Opo Baherek Jemaat GPM Mepa dan Pembukaan sidang ke 59 Klasis Buru Selatan dalam suasana sukacita dan damai.

"Kita bersyukur karena penyertaan Tuhan, dimana karena atas kerja keras panitia gedung Gereja Opo Baherek bisa diresmikan bersamaan dengan pembukaan sidang ke 59 Klasis Buru Selatan," ujarnya.

Dikatakan, pemerintah daerah menyambut dan menyampaikan selamat atas di resmikannya gedung Gereja Opo Baherek  GPM Mepa Klasis Buru Selatan  yang bersamaan dengan pembukaan sidang ke 59 Klasis Buru Selatan.

"Pembangunan gedung Gereja mesti mengandung makna Allah turut serta dalam misi penyelamatan  yang diemban oleh gereja,"harapnya. 

Terkait dengan pelaksaan persidangan ke 59 Klasis GPM Buru Selatan, Selsily yang juga mantan anggota DPRD Buru Selatan 3 periode ini berharap, berbagai program dan keputusan yang dihasilkan dalam persidangam bisa diselaraskan  dengan visi dan misi dari pemerintah kabupaten Buru Selatan.

"Saya berharap program- program kerja yang diputuskan nanti dapat disinergikan dengan program pemerintah demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I MPH Sinode Ny, Leny Bakarbessy yang mewakili ketua MPH Sinode  Pdt Elivas Maspaittela mengatakan, peresmian gedung Gereja Opo Baherek sekaligus pelaksaan Sidang ke 59 Klasis Buru Selatan adalah sebuah anugrah Tuhan  untuk umat  kristiani yang ada di Klasis Buru Selatan.

" Keberhasilan pembangunan gedung Gereja yang hari ini di resmikan mmrupakan bukti kasih karunia Tuhan kepada jemaat GPM Mepa," ungkapnya.


Bakarbessy berharap gedung Gereja yang megah itu dapat dipergunakan sebagai tempat untuk pergumulan sekaligus untuk memuji dan menyembah Tuhan. " Gedung Gereja ini harus digunakan untuk memuliakan Tuhan," harapnya.
Sinode GPM, lanjut Bakarbessy,  akan berupaya kembali menghidupkan kemitraan dijemaat- jemaat dalam wilayah GPM.

 "Dulu kemitraan ini sudah jalan. Namun seiring dengan waktu hal itu tidak jalan lagi. Kita akan upayakan agar ini di pulihkan lagi sehingga bisa membantu jemaat- jemaat yang ada dalam wilayah GPM," tutup dia.

Turut hadir dalam kegiatan ini ketua Klasis Buru Selatan Pdt Seles Hukunala, puluhan pendeta  dalam wilayah Klasis Buru Selatan, majelis jemaat, aparat TNI/ Polri dan ribuan anggota jemaat serta anak cucu dari jemaat GPM Mepa yang ada di tanah rantau. ( ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai