NAMROLE,AT-Masa depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak saat ini. Semakin baik kualitas anak-anak semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Buru Selatan. Demikian hal ini disampaikan Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily dalam sambutan tertulisnya saat membuka kegiatan Pengobatan Gratis, Skrining dan Konsultasi Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Kabupaten Buru Selatan, kemarin.
Selsily mengungkapkan, anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, pemerintah daerah secara umum dan khusunya orang tua di dalam keluarga. Hal ini berkaitan dengan jaminan pemenuhan hak dan perlindungannya.
"Dalam rangka menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak , maka perlu mendapatkan perhatian yang berhubungan dengan pertumbuhan fisik, mental dan sosial yang utuh, " jelasnya.
Dikatakan, kegiatan Pengobatan Gratis, Skrining dan Konsultasi Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung saat ini merupakan niat tulus dari seorang anak negeri yang telah mengabdi dan berdedikasi memberikan pelayanan kepada masyarakat Buru Selatan sejak Juni 2013 hingga saat ini.
"Niat yang tulus dan doa serta kerja keras sang dokter dilatarbelakangi oleh, pertama anak-anak dikabupaten Buru Selatan harus sehat. Kedua, status gizi anak-anak di Bursel berdasarkan Survey lStatus Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 , Prevalensi Balita Stunting ( Tinggi Badan Kurang Menurut Umur) tertinggi di Provinsi Maluku sebesar 41,0 persen, Prevalensi Balita Under Weight atau berat badan kurang menurut umur 30,0 persen, di provinsi Maluku,” terangnya.
Menyikapi tantangan diatas, lanjut Selsily, sang dokter mau berkontribusi untuk melakukan upaya penanggulangan yaitu dengan menggadakan kegiatan seperti ini.
"Ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melaksanakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan keterpanggilan yang diembannya kurang lebih 10 tahun. Saya atas nama pemerintah daerah sangat bangga, dan memberikan apresiasi sepenuhnya atas apa yang telah dilakukan oleh dr Anita Mairuhu. Ini sebagai bentuk pengabdian didalam pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat khsusunya anak-anak sebagai generasi bangsa dan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait maupun organisasi kemasyarakat lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, dr Nita Mairuhu yang diwewancarai sejumlah awak media disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, pengobatan gratis yang dilakukan, merupakan rasa ungkapan syukur atas pengabdian selama 10 Tahun di Kabupate Buru Selatan, sejak Juni 2013 silam.
“Kegiatan ini juga dilakukan karena kondisi Anak-anak di Buru Selatan, sesuai hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) ahun 2022, dimana Buru Selatan merupakan tertinggi di Provinsi Maluku yaitu sebesar 41,6 persen," jelasnya.
Berangkat dari masalah ini, tutur Mairuhu, ia mengambil inisiatif melakukan kegiatan Skrining dan Konsultasi Tumbuh Kembang Anak supaya orang tua lebih dini memperhatikan proses pertumbuhan anak yaitu proses pertambahan berat badan, tinggi badan, kemudian lingkar kepala.
"Proses perkembangan anak dimana kita dapat memberikan stimulasi kepada anak-anak sehingga mereka dapat mencapai perkembangan yang sesuai dengan usia,” ingatnya.
Ditanya apakah yang diharapkan dari pemerintah daerah terkait kegiatan ini, Mairuhu yang juga termasuk dalam tim percepatan penanggulangan stunting, berharap kedepan bisa bekerja sama lebih baik, bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melakukan upaya penurunan stunting di Kabupaten Buru Selatan ini.
"Tahun 2021 silam, angkanya meningkat sehingga kita menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku. Semoga kita bersama-sama bisa menurunkan stunting di kabupaten ini,” tandasnya.
Untuk diketahui kegiatan Skrining dan Konsultasi Tumbuh Kembang Anka usia 0 hingga 18 tahun melibatkan 50 orang tenaga kesehatan dan akan berlangsung selama 3 hari sejak 28 hingga 30 Juni 2023 mendatang. (ESI)
Dapatkan sekarang