Selalu Jadi Pembeda
Logo HUT Ambon Ekspres ke-25 dengan tagline "Ameks Menuju Digital".
Admin
12 Jul 2023 15:49 WIT

Selalu Jadi Pembeda

AMBON,AT.--Hari ini, tepat 24 tahun lalu, Ambon Ekspres lahir. Sejak saat itu media dengan slogan ‘Korannya Orang Maluku’ ini siap berkompetisi secara sehat dengan media lainnya yang lebih awal ada di Maluku. 


Koran di bawah naungan Jawa Pos grup ini lahir di tengah situasi mencekam sekaligus melegahkan, yakni konflik sosial di Maluku dan terbukanya keran informasi seiring tumbangnya rezim Orde Baru lewat gerakan reformasi. Dua dekade telah dilewati, Ambon Ekspres (Ameks)  selalu menjadi pembeda dan rujukan informasi berkualitas. 


Namun, tantangan ke depan tentu lebih sulit. Koran yang terbit perdana pada 12  Juli 1999 ini, dituntut terus meningkatkan inovasi lewat konvergensi media yang sudah mulai berjalan sejak beberapa tahun lalu.


Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. M. J. Saptenno mengatakan, Ameks merupakan media lokal terbesar dan selalu menjadi rujukan. Tetapi, ia mengingkatkan agar media ini mengikuti perubahan pola konsumsi informasi yang berkembang pesat. 


"Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-24 untuk Ambon Ekspres. Semoga dengan bertambahnya usia, Ambon Ekspres semakin sensasional dalam menyajikan berita secara lugas dan terpercaya. Dan dapat mengikuti tren (informasi) yang sedang berkembang saat ini,”kata Saptennno.


Ketua DPP Partai Demokrat, Bung Michael Wattimena (BMW) mengaku, sangat merasakan kehadiran dan manfaat Ambon Ekspres yang terus bertransformasi menjadi media dengan berbagai platform mengikuti perkembangan teknologi di era digital. 


“Sebagai media terkemuka di Kota Ambon bahkan Maluku, Ameks diharapkan tetap menjadi terdepan, independen dan selalu di hati masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa, khusunya di negeri raja-raja Maluku Manise,”ungkap BMW saat menyampaikan ucapan selamat HUT kepada Ameks, Senin (10/7). 


Sementara itu, menurut Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku, Subair, Ameks masih menjadi sumber rujukan informasi berkualitas. Terutama dalam rangka menyukseskan Pemilu di Maluku. 


“Ameks sebagai koran terbesar di Maluku dan menjadi rujukan utama orang Maluku, semoga dapat berkontribusi besar dalam menciptakan Pemilu dan Pemilihan di Maluku yang lebih baik, aman, damai, dan berkualitas,”ucapnya. 


*Jadi Pembeda*


Salah satu jurnalis senior Maluku, Ronny Sadrack Samloy mengatakan, tidak ada prediksi tepat mengenai eksistensi media massa cetak. Namun, ia memperkirakan, media cetak masih tetap bertahan 20 hingga 30 tahun lagi. 


Mantan jurnalis Ambon Ekspres ini mencontohkan, meski media sosial seperti Facebook, Twiter, Instagram, Whatsapp serta media online telah mereduksi pembaca media cetak, namun masih ada media cetak yang bertahan hingga saat ini. Misalnya, oplah majalah New York Times di Amerika Serikat yang menurunkan laporan mengenai perselingkuhan Donald Trum justru bertambah signifikan. 


Di Indonesia, kata dia, meskipun banyak informasi beredar di media sosial, namun hasil studi para pakar komunikasi justru mengungkapkan 80 persen masyarakat Indonesia masih percaya dengan berita-berita di koran atau media mainstream.
    

“ Saya memprediksi media massa cetak masih akan bertahan sampai 20-30 tahun ke depan jika mencermati fakta di tengah perkembangan media sosial dan media online akhir-akhir ini. Sebab masyarakat di negara-negara berkembang khusus di Indonesia masih percaya dengan informasi yang mereka baca di koran, “kata dia. 


Bagaimana dengan Ameks yang tetap eksis hingga saat ini?, menurut Ronny, di usia 24 Ameks telah menjadi koran terbesar dengan ‘brandingnya’ tersendiri. Namun, dia mengingatkan Ameks agar terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pemberitaan lokal. 


 “Saran saya Ameks perlu memperkuat pemberitaan di 11 Kabupaten/Kota. Selain itu, pembobotan muatan – muatan lokal dengan isu – isu politik, hukum, lingkungan, HAM, peduli anak dan perempuan serta olahraga. Selamat atas HUT ke- 24 Ameks sebagai koran nomor satu di Maluku. Semoga kedepannya Ameks mampu berkompetisi di era digitalisasi saat ini, “ tandasnya. 


Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Said Lestaluhu menjelaskan, hadirnya media online atau dalam jaringan (daring) semakin memberikan pilihan kepada pembaca yang tadinya dominan ke media cetak. Untuk tetap eksis,  media cetak harus betul-betul bisa menjawab kebutuhan pasar lewat pemberitaan yang akurat, independen dan terpercaya. 


Di sisi lain, media massa cetak juga harus beradaptasi dengan disrupsi informasi. Menurut dia, Ameks sudah melalukan hal itu dengan membuat koran digital, mendirikan media online, radio, dan memaksimalkan media sosial untuk menyebarkan berita. 


"Kalau saat ini saya lihat Ambon Ekspres sudah mulai beradaptasi dengan perubahan itu. Ada cetak, online, radio Ameks dan podcastnya. Tentu ini sarana pendukung yang baik. Dengan begitu maka online Ameks bisa mempublikasikan berita yang sifatnya update agar bersaing dengan media online lainnya. Sementara edisi cetak perlu diperdalam dengan melibatkan pendapat narasumber terhadap suatu peristiwa. Ini yang menjadi pembeda antara media cetak dan online, termasuk Ameks dengan media lain,”ungkap Said. 


Wakil Dekan FISIP Unpatti ini, juga mengingatkan pengelola media agar tetap berpegang teguh jurnalisme berkualitas dengan memperbanyak isu.

"Kecepatan informasi penting,  tetapi kualitas pemberitaan juga sangat penting agar menjaga minat pasar, diantaranya penggalian isu, kemudian pendapat narasumber yang kredibel orang akan ikuti terus. Beda kalau narasumber yang kurang kredibel, pembaca akan berasumsi lain terhadap kualitas pemberitaan media tersebut," tandas Lestaluhu. (TIM)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga