NAMROLE,AT- Pemerintah Kabupaten Buru Selatan tidak tutup mata terkait permasalahan yang terjadi di SD 01 Ambalau yang ada di Desa Elara.
Sebagai bentuk keseriusan, tim dari Pemkab Bursel berkunjung ke desa tersebut. Tim itu dipimpin oleh Sekertaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Buru Selatan, Umar Mahulette. Mahulette didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD), Jeane Risampessy, Kepala Dinas Pendidikan, Ali Soulisa, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Dominggus Lesnussa serta Wakapolres Buru Selatan, Kompol Novy Sapulette.
Mahulette kepada pers mengatakan, kunjungan ke desa itu adalah untuk menyelesaikan persoalan pemalangan sekolah SD 01 Ambalau yang berakibat 102 siswanya harus belajar di rumah- rumah masyarakat.
"Kita tidak mau permasalahan pendidikan yang terjadi di Desa Elara terkatung-katung begitu saja. Harus diselesaikan dan itu menjadi tanggungjawab dari pemerintah daerah untuk menyelesaikannya," tegas Mahulette, kemarin.
Sekda mengaku, masalah lahan yang diatasnya dibangun SD 01 Ambalau akan diselesaikan oleh pemerintah kabupaten.
"Saya sudah bangun koordinasi dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) diantaranya Dinas Pendidikan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD), serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan untuk menyelesaikan permasalahan itu, sehingga siswa bisa kembali mengikitu proses belajar di sekolah tersebut, karena memang anak-anak (siswa) mengikuti proses belajar mengajar di rumah- rumah warga, makanya harus diselesaikan secepatnya, " tutur dia.
Untuk masalah lahan, lanjut Mahulette, tidak ada persoalan lagi. Semua sudah tuntas sambil menunggu proses administrasi untuk dilakukan pembayaran kepada ahli waris sehingga tidak ada lagi pemalangan sekolah.
"Saat ini kita tunggu proses administrasi yang disiapkan pemerintah daerah dan akan dibayarkan kepada ahli waris atau pemilih lahan," terang dia.
Dalam pertemuan dengan warga serta pemilik lahan, Mahulette meminta agar SD 01 Ambalau harus dibuka Senin depan untuk kegiatan belajar mengajar teristimewa untuk pelaksanaan ujian sekolah.
"Saya minta sekolah ini harus dibuka karena ujian sekolah untuk SD yang secara serempak akan berlangsung di Buru Selatan serta secara umum di Provinsi Maluku," pintanya menutup pembicaraan.
Sementara itu, Wakapolres Buru Selatan, Kompol Novy Sapulette meminta kepada masyarakat terutama Aparatur Sipil Negara ( ASN) untuk taat dan menghormati hukum.
"Saya minta untuk masyarakat termasuk ASN harus taat kepada hukum . Karena peristiwa pemalangan gedung sekolah dasar 01 Ambalau yang terjadi dua bulan lebih telah berdampak terhadap aktivitas pendidikan anak- anak didik yang ada di Desa Elara," ucapnya.
Perwira dengan satu melati di pundak ini berharap kehidupan orang sudara adik kaka harus dijaga dengan baik, sehingga permasalahan apapun yang terjadi harus diselesaikan secara arif dan bijaksana dan mengorbankan yang lain.
"Kalau ada permasalahan, mari dibicarakan secara baik. Jangan mengambil tindakan sendiri sehingga berdampak untuk generasi bangsa ," ingatnya.
Kepala Dinas Pendidikan. kabupaten Buru Selatan, Ali Soulisa menyampaikan banyak terimakasih kepada pemerintah daerah, aparat kepolisian yang sudah turut bersama-sama dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di SD 01 Ambalau.
"Selaku kepala dinas pendidikan saya merasa lega karena persoalan di SD 01 Ambalau bisa terselesaikan, " ujarnya.
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan ini berharap, permalasahan yang terjadi di SD 01 Ambalau harus menjadi cermin untuk semua sekolah di Kabupaten Buru Selatan baik tingkat SD maupun SMP.
"Saya kira permasalahan ini harus menjadi cermin untuk kita semua sekaligus menjadi motivasi untuk pengembangan pendidikan kedepan di Kabupaten Buru Selatan," kuncinya. (ESI)
Dapatkan sekarang