AMBON, AT-Terhitung sudah satu bulan tragedi Speed boat "Dua Nona" tenggelam di perairan Manipa, yang menewaskan 8 orang. Namun sampai detik ini Satuan Polair Polres SBB, belum juga menetapkan tersangka. Bahkan motif dibalik peristiwa tersebut juga belum diungkap. Kasusnya masih dalam penyidikan. Padahal saksi yang diperiksa oleh penyidik Satuan Polair Polres SBB, lebih dari 20 orang, tapi anehnya belum merampungkan hasil pemeriksaan saksi.
Salah satu keluarga korban tenggelamnya Speed dua nona, Adi Tamsil Kadimas mendesak, Polres SBB agar secepatnya mengusut tuntas kasus tersebut, agar bisa diketahui publik.
"Apakah pemilik speedboad ditetapkan tersangka, ataukah seperti apa, belum ada progres dari Polres SBB. Kejadian tanggal 3 Januari dan hari ini 4 Februari, sudah satu bulan lebih, tapi kasus tinggal mengambang,"ujar Tamsil kepada Ambon Terkini.Id, Senin (4/2) kemarin.
Fungsionaris Jaringan Aktifis Muda Maluku (JAMM) Jakarta ini mengingatkan, Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, terkhusus Kasat Polair Polres SBB, IPDA Stenly Telussa agar penanganan kasus tidak berlalut larut.
"Ini perlu agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat maupun keluarga korban, Polres sengaja perlambat penangan kasus ini. Untuk itu sebagai keluarga korban, kami minta Polres SBB segera tetapkan tersangka dari kasus tragedi ini, yang telah memakan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang.
Jangan diam saja, karena bisa diduga penanganannya tidak dilakukan secara serius,"tegasnya.
Sementara itu, Budiman Lampadjoa, salah satu keluarga Korban di Dusun Labung Timur, Desa Luhutuban, Kecamatan Manipa, mendesak kepolisian dalam hal ini Satuan Polair Polres SBB, untuk menyelidiki peristawa naas tersebut yang dinilai tidak masuk akal.
" Kasus ini untuk pihak keluarga perlu ditindaklanjuti secara hukum dari Polsek maupun Polres SBB, agar menjadi pelajaran untuk semua pemilik transportasi laut," tegas Budiman melalui pesan Whatshapanya, belum lama ini.
Menurutnya, musibah terdapat beberapa kelalaian atau (pandang enteng) bagi nahkoda Speedboat tersebut hingga menimbulkan kecelakaan. Padahal cuaca alam saat itu sangat bersahabat.
Untuk itu, dirinya berharap, peristiwa ini perlu diselidiki lebih mendalam lagi. Sehingga kami pihak keluarga juga bisa mengetahui pasti penyebab kejadian itu.
"Musibah ini saya menilai murni terjadi karena kelalaian (pandang enteng) juragan atau pemilik speed boat. Dan dda beberapa kelalaian yg sangat kita sesali, sehingga mengakibatkan banyak korban yang meninggal, padahal kalau dilihat dari cuaca alam sangat bersahabat," cetusnya dengan penuh kesal.
Sementara itu, Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan yang dikonfirmasi memilih untuk hemat berbicara. Perwira dengan dua melati dipundaknya ini hanya meminta wartawan untuk menunggu rilis dari Humas Polres.
"Nanti ada rilis resmi Humas kami soal itu," singkat Kapolres saat di konfirmasi.
Sayangnya hingga berita ini naik, rilis dari Humas tak kunjung ada. Kondisi ini membuat publik menaruh kecurigaan atas penanganan kasus tersebut.
(Wahab/Ely/Jar).
Dapatkan sekarang