Saksi Nasdem Cekcok, Pleno PPK Dullah Selatan Ricuh
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat. ---Istimewa.
FaizalLestaluhu
28 Feb 2024 11:30 WIT

Saksi Nasdem Cekcok, Pleno PPK Dullah Selatan Ricuh

AMBON,AT-Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dullah Selatan, Kota Tual, Selasa (27/2) kemarin, terpaksa dihentikan selama hampir dua jam. Pasalnya, dua saksi calon anggota legislatif partai NasDem saling cekcok.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi lantaran adanya kesalapahaman antara para saksi dari oknum caleg sesama Partai Nasdem.

"Sebenarnya itu (saksi) antar sesama Caleg dari NasDem karena perolehan suara dalam form C1 Hasil dan C1 Plano berbeda sehingga terjadi perselisihan di antara mereka yang berujung pada keributan," kata Roem saat dikonfirmasi wartawan di Media Cafe Graha Ambon Ekspres, Selasa (27/2).

Menurutnya, keributan itu mestinya tidak akan terjadi apabila masing-masing pendukung menahan diri.

"Termasuk para caleg memberi imbauan kepada pendukung mereka sehingga ke depan tak tejadi lagi," ujarnya.

Mantan Kapolres Maluku Tenggara ini juga mengaku, aksi para saksi itu juga menimbulkan kerusakan pada gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Tual yang dijadikan sebagai tempat rapat pleno.

"Akibat keributan itu membuat sejumlah kursi milik LPTQ dan kaca jendela gedung tersebut alami kerusakan. Memang keributan itu tidak berlangsung lama setelah personel kita dari Polres Tual, yang dipimpin Kabag Operasi Kompol Arsyad Rengur tiba di lokasi," bebernya.

Juru bicara Polda Maluku sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

"Sangat kita menyesalkan kejadian tersebut ya.  Ini pendukung Caleg tingkat Kota Tual," ujarnya.

Perwira dengan tiga melati di pundaknya itu menjelaskan, awalnya pleno berjalan aman. Tetapi ketika memasuki pleno rekapitulasi PPK pada beberapah TPS di Kelurahan Ketsoblak dan Desa Tual, terjadi keributan di dalam ruangan.

"Melihat aksi massa itu, aparat kepolisian yang sedang mengamankan rapat pleno langsung mencegah agar tidak membesar," pungkasnya.(AH) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai