NAMROLE,AT-Kabupaten Buru Selatan merupakan daerah yang sangat menjanjikan untuk pengembangan industri dan perekonomian bagi kabupaten, sebab Bursel memiliki luas wilayah dan jumlah potensi produk unggulan yang cukup menjanjikan bagi pengembangan industri. Demikian hal ini disampaikan Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya saat menutup kegiatan kegiatan Pelatihan Diservikasi Minyak Kayu Putih dan Diservikasi Ubi Talas/Keladi yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung di Namrole, kemarin.
Dikatakan, produk unggulan yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Bursel seperti, industri minyak kayu putih, minyak atsiri, minyak VCO dan berbagai produk olahan berbahan baku kelapa.
“Industri bahan makanan minuman berbasis potensi kedaerahan (lokal) dan industri kreatif lainnya merupakan jenis industri yang dapat dikembangkan,” ujarnya.
Bupati perempuan pertama di Maluku itu menegaskan, berdasarkan data Industri Kerajinan Masyarakat (IKM) Tahun 2023 yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebanyak 429 IKM yang tersebar di Kabupaten Buru Selatan.
“Sebagian besar industri ini berskala industri kecil menengah walaupun masih mengalami berbagai kendala,” akuinya.
Lemahnya daya saing produk IKM, kata Soulisa, dikarenakan mutuh yang belum memadai, desain belum berorientasi pasar, bahan baku kurang terjamin, lemah akses permodalan dan pemasaran.
"Pemkab lewat Dinas Perindag sedang berupaya mengatasi permasalah sektor industri melalui program pengembangan peningkatan SDM maupun kualitas dan desain produk melalui pelatihan meningkatkan teknologi melalui restrukturisasi mesin peralatan, meningkatkan pemasaran melalui fasilitasi keikutsertaan pengusaha, mengikuti pameran baik dalam maupun nasional,” sebutnya .
Untuk peningkatan dan pengembangan industri, kata Soulisa, tidak akan berjalan tanpa sinergi dan kerjasama yang kuat dan selalu stakeholder, baik itu pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, perbankan dan masyarakat.
"Atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Deli Gunarsa selaku narasumber pada pelatihan ini. Saya berharap agar pelatihan ini dapat menambah wawasan, ketrampilan dan pengetahuan serta meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia pelaku industri usaha kecil dan menengah sehingga mampu berinovasi dalam bersaing untuk menghasilkan, memperkenalkan dan memasarkan produk-produk industri berbasis lokal,” harapnya.
Menurutnya, pelatihan pembinaan pelaku usaha industri kecil dan menengah bagi pelaku industri kecil rumah tangga, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
"Kabupaten Buru Selatan dapat dikatakan sebagai daerah yang sangat menjanjikan untuk pengembangan industri dan perekonomian bagi daerah provinsi Maluku maupun nasional. Karena daerah ini memiliki luas wilayah dan jumlah potensi produk unggulan yang cukup menjanjikan bagi pengembangan industri,” pungkasnya.
Sementara itu, Met Wutlanit, ketua panitia pelaksanaan mengatakan, kegiatan Pelatihan Diservikasi Minyak Kayu Putih dan Diservikasi Ubi Talas/Keladi yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan dilakukan berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan tahun anggaran 2023.
"Tujuannya adalah menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi dari pelaku IKM. Meningkatkan skil dan pengetahuan pelaku IKM. Meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan pelaku IKM," tutupnya. (ES)
Dapatkan sekarang