FaizalLestaluhu
30 Mar 2023 12:07 WIT

Rumah Wartawan Ameks Dibobol Maling, HP hingga Perhiasan Emas Raib

AMBON,AT- Rumah seorang wartawan di Komplek Perumnas Waiheru, Baguala, Kota Ambon dibobol maling. Maling menggasak sejumlah barang berharga milik korban yang nilainya ditaksir hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Saat kejadian, korban bernama Leonardo  sedang melaksanakan shalat tarawih di Mushola Nurul Iman. Aksi pencurian itu terjadi sekira  pukul 20.00 WIT.

Leonardo yang merupakan jurnalis Ambon Ekspres ini, baru mengetahui kalau barang berharganya hilang saat ke rumah pada pukul 21.00 WIT. Saat itu,  pintu  kamarnya terkunci dari dalam.

Merasa aneh, korban pun meminta tolong ayah mertua untuk masuk lewat jendela yang telah dibobol oleh maling tersebut untuk membuka kamar dari dalam. Setelah kamar terbuka, korban melihat pintu lemari sudah terbuka akibat aksi pencuri.

Tak berselang lama, korban bersama warga sekitar menyisir seluruh kompleks perumahan untuk mencari pelaku. Namun, hingga satu jam berkutat menyisir kompleks perumahan, pelaku tak kunjung ketemu.

"Karena malingnya kabur, saya  langsung menuju polsek Baguala untuk melapor aksi pencurian tersebut," ungkapnya.

Leo menerangkan, maling berhasil membawa kabur lima buah hand phone, laptop termasuk mas kawin berupa perhiasan  gelang dan kalung.

"Saya mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena  benda berharga saya raib di bawah kabur,"  terang dia.

Setelah melapor, lanjut Leo, ia bersama petugas jaga datang untuk melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 "Setelah mengambil informasi dan dokumentasi, petugas kembali ke Polsek Baguala untuk membuat laporan," ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Aipda KA SPK , Hendrik Huwae, membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, korban kehilangan handphone lima buah, mas kawin berupa gelang dan kalung yang totalnya seberat 15 gram dan laptop merk toshiba. Kerugian ditaksir mencapai lebih kurang Rp 40 juta. Kami akan menindak lanjuti laporan yang masuk, sehingga, pelaku dapat segera di tangkap," jelasnya.

"Yang paling sulit adalah mengidentifikasi si pelaku. Dikarenakan tidak terdapat saksi mata maupun saksi elektronik berupa CCTV. Jadi mohon bersabar saja," imbuhnya. (LMS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai