AMBON, AT.-Wartawan Ambon Ekspres yang bertugas di Maluku Tenggara, Junior Ohoiletjaan diintimidasi sejumlah orang tak dikenal. Intimidasi ini diduga terkait pemberitaan tentang kasus cadangan beras pemerintah (CBP) Kota Tual yang melibatkan Walikota Tual Adam Rahayaan.
Kasus ini sedang ditangani penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Maluku dan diangkat oleh media massa lokal, termasuk Ambon Ekspres.
Junior menceritakan, ia didatangi oleh sejumlah orang yang tidak dikenal, Jumat (18/3) sore. Mereka meminta Ambon Ekspres segera menghentikan pemberitaan yang diduga melibatkan nama Walikota Tual, Adam Rahayaan.
"Jumat, 18/3 sore kemarin, saya dihubungi via telepon oleh orang tidak dikenal, dan meminta untuk bertemu. Namun awalnya saya belum merespon, sehingga mereka datang di rumah saya," kata Junior, kepada Ameks Grup, Jumat (18/3) malam.
Menurut dia, saat orang tidak dikenal itu mendatangi rumahnya, sambil meminta untuk menemui, ia terpaksa menemui mereka.
"Setelah bertemu saya diminta untuk beritanya jangan dimuat karena nanti akan berdampak pada basudara Kristen di Kota Tual. Selain itu pihaknya mau melaporkan ke Polres Maluku Tenggara," jelasnya.
Junior mengaku, orang tidak dikenal yang belakangan diketahui merupakan orang dekat Walikota Tual, Adam Rahayaan itu mempermasalahkan berita Ambon Ekpres edisi Selasa, 8 Maret 2022 dengan judul "Selangkah Lagi Wali Kota Tual Tersangka".
"Ade jangan begitu, berita itu seng bagus untuk pak Wali kota, kalo (kalau) ade (wartawan Ameks-red), tulis begitu bagaimana nanti dengan basudara Kristen yang di Kota Tual, ini pak Adam punya keluarga sudah mau turun cari ade,"beber Junior, menirukan percakapan orang tidak dikenal itu.
Junior juga dipaksa berfoto bersama. Meski menolak, namun sejumlah orang tersebut menunjukkan SMS dari Walikota Tual.
"Saya jelaskan untuk mereka bahwa berita itu bukan saya yang menulis melainkan itu pemberitaan langsung dari Ambon, dan berdasarkan keterangan resmi dari Polda Maluku. Usai mendengar penjelasan itu mereka kemudian pergi, namun setelah berpose bersama dengan saya, " tandasnya.
CalonTersangka
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku telah mengirim surat pemberitahuan untuk Walikota Tual, Adam Rahayaan sebagai calon tersangka dalam kasus Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kota Tual.
Informasi yang dihimpun media ini, surat pemberitahuan untuk Adam Rahayaan sebagai calon tersangka, itu dilayangkan penyidik Ditkrimsus Polda Maluku sejak pertengahan Februari 2022 lalu.
Ihwal surat pemberitahuan calon tersangla untuk walikota Tual itu pun, diakui Direktur Kiriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Maluku Kombes Pol. Harold Wilson Huwae." Iya, surat pemberitahuan sudah diberikan. Pemberitahuan sebagai calon tersangka," kata mantan Kapolres Pulau Ambon itu, Senin (7/3).
Penetapan tersangka dalam kasus ini, nanti setelah gelar perkara dengan Bareskrim Mabes Polri untuk meminta petunjuk lanjutan, mengingat kasus ini melibatkan pejabat daerah tingkat II." Belum, kita sementara koordinasikan. Kita sudah bersurat. Sementara kita masih menunggu," ujar Harold.
Sebelumnya, kasus dugaan korupsi CBP Kota Tual dilaporkan oleh Hamid Rahayaan selaku pelaksana tugas (Plt) Walikota Tual, dan warga Tual Dedy Lesmana kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, setelah diduga menemukan sebanyak 199.920 kg beras yang telah didistribusikan kala itu, tidak pernah sampai ke tangan masyarakat. Perkara ini dilaporkan pada tahun 2018.
Dalam proses penyelidikan yang dilakukan Bareskrim, perkara ini kemudian dilimpahkan untuk ditangani lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku pada Maret 2019. Dalam laporana tersebut Adam Rahayaan diduga melakukan penipuan dan pembohongan.
Pasalnya, tidak ada bencana alam yang dapat berimbas pada krisis pangan di wilayah Kota Tual. Adam dituduh menyalahgunakan kewengan dengan sengaja membuat berita palsu untuk mendapat pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2016-2017.
Sementara dari hasil audit BPKP Maluku yang telah diserahkan ke Ditkrimsus Polda Maluku, terdapat kerugian negara sebesar Rp 1,5 miliar. (tim)
Dapatkan sekarang