AMBON, AT.— Asesmen nasional Berbasi Komputer (ANBK) merupakan salah satu kebijakan nasional yang bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap mutu pendidikan di Indonesia khusunya di Kota Ambon. Penilaian terhadap pelaksanaan program nasional ini antara tahun 2022 dan tahun 2023 di Sekolah Menengah pertama (SMP) Negeri 20 Ambon mengalami peningkatan.
Kepala SMP Negeri 20 Ambon, Lambertus Bilmaskosu, S.Th, M.Pd.K dalam talkshow Ameks Menyapa Pendidikan di studio Radio Amek, 92,5 FM, Jumat (24/11) menjelaskan, melalui dalam pelaksanaan Asesmen Nasional itu, masing – masing satuan pendidikan dapat melihat peserta menyelesaikan berbagai soal – soal dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.
“ Jadi, raport penilaian ANBK antara tahun 2022 dan tahun 2023 di sekolah kami mengalami peningkatan. Kami akan akan terus berkolaborasi dan bekerja sama dengan semua pihak untuk lebih meningkatkan hasil yang telah diperoleh dalam program nasional ini, “ ucap Bilmaskosu.
Menurut Bilmaskosu, asesmen nasional dirancang sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional tidak menentukan kelulusan, tetapi bertujuan untuk melakukan pemetaan kualitas pendidikan . Karena itu, dari pelaksanaannya, satuan pendidikan akan melihat kemampuan literasi dan numerasi anak serta survei lingkungan belajar.
Kepsek yang dikenal ramah dan tegas ini mengaku, pelaksanaan ANBK di sekolah yang dipimpinnya itu dilaksanakan secara mandiri setelah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari Pemerintah. Jumlah peserta yang mengikuti program tersebut di tahun 2021 dan 2022 sebanyak 45 orang yang terdiri dari 40 peserta utama dan lima peserta cadangan yang dibagi dalam tiga sesi. Sedangkan jumlah sarana computer yang digunakan adalah 15 unit.
“ Dalam pelaksanaan ANBK SMP Negeri 20 Ambon tidak lagi numpang di sekolah, karena setelah menerima bantuan fasilitas komputer dari pemerintah, kami melaksanakan program nasional itu secara mandiri. Jadi fasilitas kita untuk pelaksanaan ANBK sudah memadai, “ ucap Bilmaskosu.
Menurutnya, Asesmen Nasional sebagai kebijakan nasional, tentunya sekolah tetap mengikuti kebijakan tersebut untuk melihat dan mengetahui perubahan - perubahan pendidikan yang terjadi. Dengan demikian, melalui ANBK dia berkomitmen untuk melakukan berbagai strategi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“ Kesiapan murid dan guru dalam melakukan pembelajaran yang berkualitas sangat diperlukan, karena proses menjadi hal yang penting. Dimana pelaksanaan ANBK bukan berarti sebagai penentu keberhasilan dalam mengukur kualitas pendidikan, tetapi perbaikan – perbaikan dalam kualitas pembelajaran perlu dilakukan secara maksimal dan dibutuhkan dukungan darin orang tua, “ tandasnya. (AKS)
Dapatkan sekarang