AMBON,AT—Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan dengan insan pers, PT Telkom Indonesia Witel Sulawesi-Maluku (Sumalu) menggelar kegiatan silaturahmi bersama awak media di Ambon.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergitas antara Telkom dan media dalam mendukung transformasi digital serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Maluku.
Sabri Rasyid, AVP External Communication dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kehadiran Telkom di Maluku bukan untuk memonopoli layanan, melainkan memberikan akses dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dikatakan komitmen Telkom sebagai perusahaan merah putih adalah untuk tetap hadir dan memberikan kontribusi bagi pembangunan digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil
“Kebetulan di wilayah STKML (Sistem Telekomunikasi Kabel Laut) hanya Telkom yang beroperasi di Maluku. Kami juga terbuka bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi,” ujar Sabri mengawali pertemuan tersebut di Ambon, Rabu (05/11/2025).
Sementara itu, General Manager Witel Sumalu, Guruh Adhi Laksana, menjelaskan, Telkom saat ini tengah bertransformasi dengan mengubah pendekatan pelayanan kepada pelanggan.
“Kalau dulu pelanggan datang ke kantor, sekarang kami yang mendatangi pelanggan. Kami punya tim front manager yang bertugas aktif mencari tahu kebutuhan dan permasalahan pelanggan,” ujarnya.
Guruh juga menambahkan, di Ambon saat ini jumlah pegawai organik Telkom hanya lima orang, namun perusahaan terus berupaya melakukan efisiensi serta optimalisasi lahan dan aset.
“Kami ingin dikenal bukan dari besar kecilnya kantor, tetapi dari kualitas layanan kami,” tegasnya.
Dijelaskan tantangan besar yang dihadapi Telkom dalam menjaga stabilitas jaringan, khususnya jaringan fiber optik bawah laut yang beberapa kali mengalami gangguan akibat faktor teknis dan alam.
Disisi lain, Recovery jaringan tidak mudah karena perangkat telekomunikasi harus dipesan dan dikirim dari luar negeri, prosesnya bisa sampai delapan minggu.
"Kami juga menggunakan kapal khusus untuk perbaikan kabel laut,” ungkap Guruh.
Telkom kata dia, terus berupaya memperkuat sistem cadangan melalui jaringan satelit meski kapasitasnya terbatas.
Dijelaskan sering terjadi gangguan jaringan pada kabel bawa laut di wilayah Kabupaten Buru- Buru Selatan, menyebabkan terjadinya protes dari mahasiswa dan warga setempat.
“Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk media, untuk membantu mengedukasi masyarakat agar setiap aspirasi disampaikan dengan cara elegan tanpa anarkis dan lainnya,"ungkapnya.(Wahab)
Dapatkan sekarang